This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, March 18, 2015

Wow, Bayi Usia 7 Minggu Ini Bisa Bilang 'I Love You'

ist. Jakarta - Kemampuan anak berbicara dengan kata-kata yang jelas biasanya mulai terlihat setelah usianya hampir satu tahun. Sedangkan saat masih bayi, anak pada umumnya hanya mengeluarkan kata-kata yang masih belum jelas seperti sedang meracau. Namun bayi asal London, Inggris ini memiliki kemampuan yang luar biasa.

Bayi bernama Ariana itu bukan hanya bisa mengucapkan satu kata saat usianya masih sangat muda. Pada usia tujuh minggu, Ariana sudah mampu mengatakan 'I love you' membalas ucapan sang ayah yang mengungkapkan kalimat serupa.


"Dia sedang di tempat tidurnya dan aku mengatakan I love you padanya dan dia mengatakan kembali kalimat yang sama. Awalnya aku pikir aku gila dan hanya berhalusinasi," kata ayah dari sang bayi Ali Sufi.


Pria 25 tahun itu kemudian memberitahukan istrinya, Fatima mengenai apa yang didengarnya. Sang istri pun tidak percaya dan menganggap Ali berbohong. Namun kemudian dia mempraktekkan lagi hal yang tadi dilakukannya, mengucapkan 'I love you' pada Ariana.


"Dan sekarang dia berusaha untuk mengatakannya sepanjang waktu. Dia belum benar-benar jelas mengucapkan kata I, tapi kalian bisa mendengar jelas dia berkata 'love you'," ujar Ali.


Ali dan Arina pun sangat bangga dengan Arina. Sebuah video menjadi bukti dari pengakuan keduanya itu, seperti dilansir Mirror. Dalam video tersebut Ali mengucapkan 'I love you' seperti sedang bernyanyi dan Ariana terlihat berusaha mengatakan satu kata yang tidak jelas sebelum kemudian dia bisa mengucapkan 'love you' dari bibirnya.


Fatima melahirkan Ariana pada Desember 2014. Sang bayi bisa mengucapkan 'I love you' pertamakali saat usianya satu bulan, 22 hari. "Aku memang senang mengajaknya mengobrol dan bermain dengannya," kata Fatima.


(eny/hst)


Read More..

Bisakah Sistem Kerja dari Rumah Diterapkan di Indonesia?

Jakarta - Kecanggihan teknologi memang membuat segala hal menjadi lebih mudah, tak terkecuali urusan pekerjaan. Dengan gadget, karyawan bisa mengerjakan tugas dari mana saja, mulai dari rumah hingga kendaraan. Demi membuat waktu dan pengeluaran lebih efesien beberapa perusahaan bahkan memperbolehkan karyawan untuk satu hari tidak datang ke tempat kerja.

Menghasilkan uang tanpa keluar rumah sepertinya menjadi hal yang didambakan banyak karyawan. Karena meski 76% orang mengaku bekerja lebih baik ketika berada di meja kantor, 48% dari mereka juga sering mendapat gangguan. Keadaan ruangan yang kurang kondusif membuat para pekerja harus menggunakan earphone demi meningkatkan konsentrasi. Hal tersebut ternyata dilakukan satu dari lima profesional.


Data-data itu diperoleh dari riset yang dilakukan Dell dan Intel pada 4.764 karyawan dari 12 negara. Survei yang dimulai pada Juli hingga September 2014 tersebut juga mengungkapkan bahwa berada di kantor pun tidak membuat komunikasi antar karyawan menjadi lebih baik. Karena 51% dari mereka lebih sering menggunakan IM atau email untuk berbicara dari pada langsung bertatap muka. Lalu apakah ini saat yang tepat untuk mendukung ?kerja dari rumah?


?"Para eksekutif sebenarnya sudah sadar karyawan bisa bekerja dari rumah. Kenapa mereka belum memperbolehkan? Karena mereka belum punya tool untuk memonitor produktivitas," ungkap Timotius Oyong selaku Pakar Sumber Daya Manusia dan Karier? saat penjabaran riset Dell Global Evolving Workforce di @America, Pacific Place, Jakarta, Jumat, (13/3/2014).


Menurut Oyong, kemacetan serta kondisi cuaca yang terjadi di Indonesia sudah mulai menyadarkan para eksekutif bahwa sebagian tugas bisa dikerjakan di rumah. Ia berpendapat jika cara ini sebenarnya bisa diterapkan oleh karyawan Indonesia karena mereka 'royal'. Orang Indonesia tidak segan-segan menghabiskan pengeluaran untuk urusan gadget dan internet. Menurutnya hal itu adalah keuntungan tersendiri bagi para bos.


?Menurut hasil riset, karyawan yang pernah bekerja di rumah merasakan sejumlah efek positif. 30% dari mereka menyatakan bisa tidur lebih banyak, 40% mengungkapkan waktu di perjalanan menjadi lebih sedikit, sementara 46% merasa berkurangnya rasa stress. Meski begitu, bekerja di rumah juga ada sisi buruknya seperti kerap diganggu keluarga, menjadi kurang bergerak, serta menunda pekerjaan.


Selain memiliki sisi negatif tersendiri, bekerja di rumah juga tidak bisa diterapkan di segala bidang. Namun metode seperti itu tentu akan menguntungkan bagi beberapa profesi yang bersifat individual atau ibu rumah tangga yang mau bekerja. Sebagai seorang istri serta ibu yang tetap ingin berkarier, Nuniek Tirta Sari pun merasakan manfaat dari bekerja dari rumah. Nuniek yang merupakan inisiator #startuplokal itu cukup bisa menyeimbangkan peran-perannya setelah bekerja di rumah.


"Sekarang bekerja jadi lebih mudah karena ada gadget. ?Menurut saya kita diberi banyak talent sama Tuhan pasti dengan tujuan. Kalau kita bekerja kita bisa lebih berguna tidak hanya untuk keluarga tapi juga orang lain," ungkap wanita yang pernah membangun hamilcantik. itu.


Yohan Wijaya selaku Head of MNC Sales, Intel Indonesia pun menambahkan jika metode tersebut bisa dilakukan dengan kebijakan yang mendukung dari perusahaan. Misalnya dengan menghapus aturan absen. Ia berpendapat bekerja di rumah dapat meningkatkan produktivitas karena menghemat waktu perjalanan. ?


(ami/eny)


Read More..

Ketika Anak Sulit Diatur Belajar, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Dok. Thinkstock Jakarta - Tumbuh-kembang anak tentu dipengaruhi oleh cara didik orangtua. Ketika usia anak semakin bertambah, banyak orangtua yang mengeluh karena si kecil sulit diatur, tidak menurut perintah mereka, hingga tak mau melaksanakan kewajibannya. Hal yang sering dikeluhkan orangtua masa kini adalah anak tidak mau belajar.

Konsultan parenting profesional Edy Wiyono, atau yang lebih dikenal dengan Ayah Edy, mengatakan ketika anak sulit disuruh belajar, banyak orangtua mengeluh dan malah memarahi anaknya. Padahal itu bisa membuat buah hati Anda semakin tertekan dan memberontak. Salah satu penyebab anak tidak mau belajar mungkin karena bidang tersebut tidak sesuai dengan minat yang dimiliki si kecil.


Oleh sebab itu, Edy menyarankan untuk menggali minat anak sejak dini. Gali potensi dan mimpi mereka sejak kecil. Hal ini sangat berpengaruh terhadap masa depan anak. Hindari memaksa anak tetap belajar dengan cara marah-marah atau memberikan ancaman. Bahkan pria 45 tahun itu mengatakan lebih baik anak tidak belajar di sekolah daripada tidak punya minat dan mimpi.


"Jauh lebih penting punya mimpi daripada rajin belajar. Saya lebih khawatir anak saya nggak punya mimpi daripada nggak mau sekolah. Kalau anak nggak punya cita-cita, orangtua harus cari tahu potensinya apa," tutur Edy saat memberikan seminar 'Bagaimana Perencanaan Pendidikan Anak' di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2015).


Edy kemudian memberikan resep bagaimana cara menggali potensi anak dan mengetahui mimpi mereka. Resep ini akan membantu mereka menjadi orang sukses sesuai impian masing-masing.


1. Tanyakan Mimpi Anak
Sebagai orangtua, Anda harus menanyakan mimpi anak sejak dini. Bagaimana caranya bertanya? Praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning itu menuturkan, ketika ingin mengetahui apa sebenarnya bakat mereka, bertanyalah dengan lembut. Tanya apa saja hal yang disukai si kecil untuk mengetahui lebih jauh potensi yang dimilikinya. Tanyakan juga apa mimpi yang ingin ia raih.


Orangtua perlu mendekati anak secara perlahan tanpa omelan. Bapak dua anak itu mengatakan anak mulai bisa digali potensinya sejak ia masuk sekolah formal. "Biasanya pemetaan sudah bisa dilakukan saat masuk SD," ujar Edy. Next »


Read More..

Reaksi Para Selebriti Saat Lihat Foto Wanita Hamil 8 Bulan Berperut Kecil

Foto: Dok. Getty Images Jakarta - Penampilan Sarah Stage yang tengah hamil delapan bulan menuai sensasi di dunia maya. Sarah yang rutin mengunggah foto kehamilannya di Instagram terlihat tidak seperti wanita yang sedang mengandung bayi. Perutnya masih tampak kecil seperti baru hamil 1-3 bulan.

Tidak sedikit wanita yang sudah menjadi ibu shock melihat penampilan Sarah ini. Beberapa dari mereka ada yang memuji, namun ada juga yang melayangkan kritik. Mereka yang menyerang mengkhawatirkan kondisi janin di dalam perut wanita yang berprofesi sebagai model itu.


Tiga selebriti dunia yang sudah menjadi ibu yaitu Vanessa Lachey, Molly Sims dan Rachel Zoe, tak ketinggalan ikut angkat bicara seputar berita yang tengah hangat ini. Ditemui di peluncuran buku dokter kandungan ternama di Amerika, Dr. Michele Hakakha, ketiga ibu tersebut dimintai pendapatnya apakah mereka juga menganggap kehamilan Sarah tidak normal seperti kritik yang banyak dilayangkan pada wanita itu.


"Dia tidak normal. Itu tidak normal," ujar Molly yang dikenal sebagai model busana renang majalah Sports Illustrated. Saat ini wanita yang juga menjadi bintang serial televisi itu tengah mengandung anak kedua.


Meski menganggap perut hamil Sarah tidak normal, Molly mengatakan pada dasarnya setiap wanita mengalami hal yang berbeda-beda saat mengandung. Dia sendiri pernah mengalami kenaikan berat badan yang cukup banyak saat hamil anak pertamanya, Brooks Alan Stuber.


"Saat kehamilan pertama, aku naik 80 pounds (36 kg). Sekarang aku hanya naik 35 pounds (16 kg). Jadi memang berbeda," katanya.


Stylist favorit selebriti yang memiliki acara reality show sendiri, Rachel Zoe, sependapat dengan Molly. Kehamilan pada setiap wanita berbeda-beda. Dia sendiri mengalami apa yang terjadi pada Sarah. Rachel mengaku tidak ada orang yang tahu dirinya hamil sampai usia kandungannya memasuki 7,5 bulan. Saat itu dia tengah mengandung anak pertamanya, Skylar Morrison Berman. Next »


Read More..

Rina Ciputra Sastrawinata dan Pesan Kesederhanaan dari Sang Ayah

Jakarta - Rina Ciputra Sastrawinata dengan antusias berbicara di depan media mengenai pertunjukkan teater musikal Beauty and The Beast yang akan tampil di Ciputra Artpreneur Center. Masih dengan bersemangat Direktur Ciputra Artprenuer Center itu kemudian mengajak media tur keliling lokasi yang luasnya mencapai 10.000 m2 tersebut. Tidak terlihat gurat kelelahan di wajah wanita 58 tahun itu

Ciputra Artpreneur Center ini memang menjadi bayi baru untuk Rina yang sudah 35 tahun berkarir di perusahaan yang dibangun ayahnya, Ir. Ciputra. Sebelumnya istri Budiarsa Sastrawinata ini lebih dikenal sebagai Managing Director Century21.


Sebelumnya Wolipop sempat berbincang dengan Rina mengenai teater Disney yang akan tampil di Ciputra Artpreneur Center Mei 2015 dan rencananya dalam mengembangkan tempat tersebut sebagai destinasi wisata seni. Kali ini, kami mengajak Anda mengenal sosok Rina yang berbeda yaitu sebagai seorang pemimpin wanita dan ibu empat anak yang sukses. Berikut perbincangan Wolipop dengan Rina di kantornya Ciputra Artprener Center, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/3/2015).


Wolipop (W): Selama 35 tahun berkarir, bagaimana ibu bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan anak-anak?


Rina (R): Setiap ibu yang menjadi wanita karier akan mengalami problematika yang sama di mana kita mau berhasil di kedua-duanya. Kalau melihat ke belakang saya juga tidak tahu bisa berhasil melakukannya. Saya rasa semakin saya berumur ada hal-hal yang banyak saya pelajari. Tapi memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan.


W: Anak-anak ibu sekarang sudah dewasa dan menjadi orang-orang yang sukses. Saat mereka masih kecil, nilai-nilai apa yang ibu tanamkan kepada mereka sehingga anak-anak bisa seperti sekarang?


R: Waktu mereka masih kecil saya selalu tekankan mereka harus punya pendidikan karena itu bekal bagi mereka jika tiba-tiba pada satu titik suami mereka tidak bisa bekerja lagi, mereka punya bekal. Hal itu saya tekankan karena saya pernah membaca autobiografi pemilik Washington Post. Dia sebelumnya ibu rumah tangga. Tapi kemudian suaminya meninggal. Sejak itu dia mengambil alih kepemimpinan dan Washington Post berkembang menjadi sangat baik. Selama menjadi ibu rumah tangga dia pun tetap aktif dan paling penting dia memiliki pendidikan. Pasti kalau dia tidak bekerja menggantikan suaminya, Washington Post hilang. Saya katakan itu pada anak-anak saya. Sehingga semakin mereka menjadi dewasa mereka juga ingin menjadi wanita karier. Next »


Read More..

Investasi yang Disarankan Bila Ingin Punya Dana Pendidikan Rp 1 Miliar

Dok. Thinkstock Jakarta - Kini banyak anak muda yang sudah mulai sadar investasi. Meskipun beberapa di antaranya masih lebih suka menabung di bank daripada mengambil risiko dengan menginvestasikan uangnya. Padahal investasi dapat membantu keuangan Anda di masa depan.

Misalnya saja biaya pendidikan anak nantinya. Sebagai orangtua pasti Anda ingin memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati tercinta. Mengingat biaya masuk sekolah yang semakin tinggi, Anda perlu menyiapkan dana sejak dini. Belum lagi bila ada keinginan untuk menyekolahkan anak ke luar negeri atau ke lembaga pendidikan berkualitas bagus. Butuh biaya yang tidak sedikit agar bisa mewujudkan harapan tersebut.


Oleh sebab itu, Anda disarankan berinvestasi, salah satunya dengan reksa dana. Winnie Rahmi Maulidya selaku Head of Retail Marketing Division PT Danareksa Investment Management, mengatakan reksa dana sangat berbeda dengan menabung. Jumlah uang yang disimpan dan diambil dalam jangka panjang juga berbeda.


Reksa dana dibagi atas empat macam; saham, campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang. Bentuknya bisa melakukan setoran per bulan atau
sekali bayar. Untuk dana pendidikan anak, Anda disarankan mengambil reksa dana saham karena asumsi estimasi return per tahunnya tinggi.


"Estimasi return reksa dana tertinggi ya saham, sekitar 15%. Jumlah uang yang diinvestasikan tergantung target berapa tahun lagi anak akan kuliah," tutur Winnie saat berbincang dengan Wolipop di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2015).


Winnie memberikan contoh, misalnya saja anak akan masuk kuliah 20 tahun lagi. Dalam jangka waktu 20 tahun, Anda punya target tabungan Rp 1 miliar agar bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak. Jika Anda mengambil reksa dana saham dengan asumsi return 15% per tahun maka setoran per bulan hanya Rp 667 ribu.


Angka tersebut didapatkan kalau target dana pendidikan Anda Rp 1 miliar dalam jangka waktu 20 tahun. Berbeda bila Anda ingin menabung sejak dini terutama bagi yang masih di bawah usia 30, untuk jumlah target dana pendidikan anak yang sama dalam jangka waktu 30 tahun, investasi per bulannya hanya Rp 144 ribuan.


Gambaran ini menurut wanita lulusan Universitas Indonesia itu dapat memicu para orangtua untuk berinvestasi demi masa depan anak. Di akhir perbincangan, Winnie mengatakan reksa dana minim risiko dan lebih mudah dicairkan. Ia pun menyarankan agar disiplin investasi sejak dini.


"Banyak orang yang investasi reksa dana tapi nggak disiplin itu nggak akan kelihatan hasilnya. Reksa dana khususnya saham bagus untuk jangka panjang," tambahnya kemudian.


(aln/hst)


Read More..

Dolce & Gabbana: Kami Menentang Homoseksual Mengadopsi Anak

Foto: Dok. Getty Images Jakarta - Domenico Dolce dan Stefano Gabbana mengeluarkan pernyataan yang kontroversial saat diwawancara oleh majalah Italia, Panorama. Dua desainer yang populer dengan label D&G itu menentang adopsi anak yang dilakukan oleh gay.

"Kami menentang homoseksual (melakukan-red) adopsi. Satu-satunya keluarga adalah yang tradisional," kata Dolce dan Gabbana. Keluarga tradisional yang dimaksudnya adalah adanya ayah dan ibu.


Duo desainer yang mendirikan label Dolce & Gabbana sejak 1985 itu juga menganggap tidak seharusnya anak didapatkan dengan bantuan-bantuan yang tidak lazim. "Tidak boleh ada suntik bahan kimia atau menyewa rahim. Kehidupan seharusnya terjadi dengan alami. Hal ini yang seharusnya tidak boleh diubah," ujarnya.


Dolce dan Gabbana yang dulunya juga pasangan gay namun kemudian putus, benar-benar prihatin dengan semakin banyaknya orang yang berusaha mendapatkan anak dengan cara tidak alami. Menurut mereka seorang anak seharusnya lahir dari seorang ayah dan ibu karena bentuk dari sebuah cinta.


"Aku menyebut anak-anak yang lahir dengan bantuan zat kimia sebagai anak-anak sintetis," ucap Dolce. "Keluarga itu bukan sebuah iseng-iseng belaka. Ada rasa memiliki supernatural di dalamnya," tambah Gabbana.


Pernyataan Dolce dan Gabbana yang menentang adopsi anak oleh homoseksual ini langsung mendapat reaksi keras dari banyak kalangan, terutama pemilik orientasi seks penyuka sesama jenis. Para homoseksual menganggap penilaian duo desainer tersebut mempermalukan diri mereka sendiri.


Dolce dan Gabbana sendiri sebenarnya juga seorang penyuka sesama jenis. Mereka pernah menjadi sepasang kekasih selama 23 tahun dan berakhir pada 2005. Meski sudah tidak lagi pacaran, keduanya memutuskan tetap bekerjasama merancang busana.


(eny/fer)


Read More..