Upload Kompakan sebenarnya merupakan sebuah nama akun Instagram. Akun tersebut berisi unggahan gambar para pengikutnya. Tak sekadar foto biasa, gambar tersebut harus sesuai dengan tema serta aturan. Mereka kompak meng-upload foto di hari dan tema yang sama sehingga disebut Upload Kompakan. Para pengikut yang sering mengunggah pun dinamakan Kompakers. Setiap harinya akun ini akan mengumumkan beberapa pemenang dengan postingan terbaik.
Dimulai sejak September 2014 pengikut @uploadkompakan sangat berkembang pesat. Saat ini anggotanya sudah mencapai 25 ribuan. Komunitas tersebut memiliki pengikut dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Penggemar akun ini pun sebagian besar adalah wanita. Selain demi menyalurkan hobi fotografi, akun yang dipelopori oleh Echi Sofwan itu memiliki visi dakwah tersendiri.
"Jadi ini semacam dakwah ya, aturannya nggak boleh kelihatan aurat seperti anggota tubuh atau benda mati seperti patung. Tujuan Echi untuk meminimalisir selfie-selfie yang mengumbar aurat. Kalau kita foto saja mungkin gampang nah gimana caranya suapaya itu kelihatan menarik. Jadi ini juga ngajarin kita untuk kreatif," ungkap ketua Kompakers Depok, Annisa Rizky Afrilia beberapa waktu lalu di Sekolah Lentera Insan, Kelapa Dua, Depok.
Annisa sendiri merupakan Lurah (sebutan Ketua) Kompakers cabang Depok. Ia lah yang mengambil inisiatif untuk mengumpulkan para Kompakers yang berasal dari kota di Jawa Barat itu. Terbentuk sejak November 2014, Kompakers Depok rutin mengadakan pertemuan setiap bulannya. Agenda yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari belajar hingga kompetisi terkait fotografi. Annisa pun menjadikan komunitas ini bukan sekadar ajang foto-foto namun juga berbagi.
Sabtu lalu, Kompakers Depok menggelar pertemuan keempat mereka dengan tema Berjuang Bersama Rafi. Acara itu merupakan penggalangan dana untuk seorang bayi yang terlahir tanpa anus dan usus bernama Rafi. Pengumpulan dana yang berlangsung selama seminggu itu menghasilkan lebih dari Rp 11 juta. Annisa mengaku tidak menyangka bahwa respon para Kompakers nasional cukup antusias.
"Waktu itu saya lihat tentang Rafi di acara Hitam Putih. Kebetulan penyakitnya Rafi sama dengan penyakit anak saya jadi saya tahu perasaan ibunya. Terus saya saran ke teman-teman untuk bantu Raffi. Kita upload di Instagram untuk transfer melalui bank. Nggak nyangka responnya bagus," ujar Annisa.
Acara yang diadakan di Sekolah Lentera Insan, Depok tersebut bahkan dihadiri oleh Wakil Walikota Depok. Kompakers Depok memang ingin membuat proyek-proyek bermanfaat demi mengisi waktu para anggotanya yang kebanyakan merupakan ibu rumah tangga. Kompetisi mengunggah foto tersendiri pun dianggap sebagian mereka sebagai kegiatan yang membuat ketagihan. Terlebih pemenang yang terpilih kerap dihadiahi oleh sejumlah sponsor. Menurut Annisa, cukup banyak pula pengikut yang mengatakan jika mereka jadi jarang foto selfie.
Selain mengadakan pertemuan bulanan, Kompakers Depok bahkan memiliki rencana untuk membuat buku bersama. "Kebetulan anggota Kompakers Depok ada yang penulis. Jadi mungkin akan berisi pengalaman atau cerita seru ketika bergabung di sini. Kompakers memang kuat di daerah ya, mungkin kalau di se-Indonesia terlalu banyak." tambah Annisa.
Meski kebanyakan pesertanya adalah wanita, Upload Kompakan sudah membuka diri untuk para pria. Walau di Depok belum ada pengikut lelaki, Annisa mengatakan jika cukup banyak pria yang menjadi Kompakers, seperti di Bandung serta Mojokerto.











0 comments:
Post a Comment