This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, March 18, 2015

Wow, Bayi Usia 7 Minggu Ini Bisa Bilang 'I Love You'

ist. Jakarta - Kemampuan anak berbicara dengan kata-kata yang jelas biasanya mulai terlihat setelah usianya hampir satu tahun. Sedangkan saat masih bayi, anak pada umumnya hanya mengeluarkan kata-kata yang masih belum jelas seperti sedang meracau. Namun bayi asal London, Inggris ini memiliki kemampuan yang luar biasa.

Bayi bernama Ariana itu bukan hanya bisa mengucapkan satu kata saat usianya masih sangat muda. Pada usia tujuh minggu, Ariana sudah mampu mengatakan 'I love you' membalas ucapan sang ayah yang mengungkapkan kalimat serupa.


"Dia sedang di tempat tidurnya dan aku mengatakan I love you padanya dan dia mengatakan kembali kalimat yang sama. Awalnya aku pikir aku gila dan hanya berhalusinasi," kata ayah dari sang bayi Ali Sufi.


Pria 25 tahun itu kemudian memberitahukan istrinya, Fatima mengenai apa yang didengarnya. Sang istri pun tidak percaya dan menganggap Ali berbohong. Namun kemudian dia mempraktekkan lagi hal yang tadi dilakukannya, mengucapkan 'I love you' pada Ariana.


"Dan sekarang dia berusaha untuk mengatakannya sepanjang waktu. Dia belum benar-benar jelas mengucapkan kata I, tapi kalian bisa mendengar jelas dia berkata 'love you'," ujar Ali.


Ali dan Arina pun sangat bangga dengan Arina. Sebuah video menjadi bukti dari pengakuan keduanya itu, seperti dilansir Mirror. Dalam video tersebut Ali mengucapkan 'I love you' seperti sedang bernyanyi dan Ariana terlihat berusaha mengatakan satu kata yang tidak jelas sebelum kemudian dia bisa mengucapkan 'love you' dari bibirnya.


Fatima melahirkan Ariana pada Desember 2014. Sang bayi bisa mengucapkan 'I love you' pertamakali saat usianya satu bulan, 22 hari. "Aku memang senang mengajaknya mengobrol dan bermain dengannya," kata Fatima.


(eny/hst)


Read More..

Bisakah Sistem Kerja dari Rumah Diterapkan di Indonesia?

Jakarta - Kecanggihan teknologi memang membuat segala hal menjadi lebih mudah, tak terkecuali urusan pekerjaan. Dengan gadget, karyawan bisa mengerjakan tugas dari mana saja, mulai dari rumah hingga kendaraan. Demi membuat waktu dan pengeluaran lebih efesien beberapa perusahaan bahkan memperbolehkan karyawan untuk satu hari tidak datang ke tempat kerja.

Menghasilkan uang tanpa keluar rumah sepertinya menjadi hal yang didambakan banyak karyawan. Karena meski 76% orang mengaku bekerja lebih baik ketika berada di meja kantor, 48% dari mereka juga sering mendapat gangguan. Keadaan ruangan yang kurang kondusif membuat para pekerja harus menggunakan earphone demi meningkatkan konsentrasi. Hal tersebut ternyata dilakukan satu dari lima profesional.


Data-data itu diperoleh dari riset yang dilakukan Dell dan Intel pada 4.764 karyawan dari 12 negara. Survei yang dimulai pada Juli hingga September 2014 tersebut juga mengungkapkan bahwa berada di kantor pun tidak membuat komunikasi antar karyawan menjadi lebih baik. Karena 51% dari mereka lebih sering menggunakan IM atau email untuk berbicara dari pada langsung bertatap muka. Lalu apakah ini saat yang tepat untuk mendukung ?kerja dari rumah?


?"Para eksekutif sebenarnya sudah sadar karyawan bisa bekerja dari rumah. Kenapa mereka belum memperbolehkan? Karena mereka belum punya tool untuk memonitor produktivitas," ungkap Timotius Oyong selaku Pakar Sumber Daya Manusia dan Karier? saat penjabaran riset Dell Global Evolving Workforce di @America, Pacific Place, Jakarta, Jumat, (13/3/2014).


Menurut Oyong, kemacetan serta kondisi cuaca yang terjadi di Indonesia sudah mulai menyadarkan para eksekutif bahwa sebagian tugas bisa dikerjakan di rumah. Ia berpendapat jika cara ini sebenarnya bisa diterapkan oleh karyawan Indonesia karena mereka 'royal'. Orang Indonesia tidak segan-segan menghabiskan pengeluaran untuk urusan gadget dan internet. Menurutnya hal itu adalah keuntungan tersendiri bagi para bos.


?Menurut hasil riset, karyawan yang pernah bekerja di rumah merasakan sejumlah efek positif. 30% dari mereka menyatakan bisa tidur lebih banyak, 40% mengungkapkan waktu di perjalanan menjadi lebih sedikit, sementara 46% merasa berkurangnya rasa stress. Meski begitu, bekerja di rumah juga ada sisi buruknya seperti kerap diganggu keluarga, menjadi kurang bergerak, serta menunda pekerjaan.


Selain memiliki sisi negatif tersendiri, bekerja di rumah juga tidak bisa diterapkan di segala bidang. Namun metode seperti itu tentu akan menguntungkan bagi beberapa profesi yang bersifat individual atau ibu rumah tangga yang mau bekerja. Sebagai seorang istri serta ibu yang tetap ingin berkarier, Nuniek Tirta Sari pun merasakan manfaat dari bekerja dari rumah. Nuniek yang merupakan inisiator #startuplokal itu cukup bisa menyeimbangkan peran-perannya setelah bekerja di rumah.


"Sekarang bekerja jadi lebih mudah karena ada gadget. ?Menurut saya kita diberi banyak talent sama Tuhan pasti dengan tujuan. Kalau kita bekerja kita bisa lebih berguna tidak hanya untuk keluarga tapi juga orang lain," ungkap wanita yang pernah membangun hamilcantik. itu.


Yohan Wijaya selaku Head of MNC Sales, Intel Indonesia pun menambahkan jika metode tersebut bisa dilakukan dengan kebijakan yang mendukung dari perusahaan. Misalnya dengan menghapus aturan absen. Ia berpendapat bekerja di rumah dapat meningkatkan produktivitas karena menghemat waktu perjalanan. ?


(ami/eny)


Read More..

Ketika Anak Sulit Diatur Belajar, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Dok. Thinkstock Jakarta - Tumbuh-kembang anak tentu dipengaruhi oleh cara didik orangtua. Ketika usia anak semakin bertambah, banyak orangtua yang mengeluh karena si kecil sulit diatur, tidak menurut perintah mereka, hingga tak mau melaksanakan kewajibannya. Hal yang sering dikeluhkan orangtua masa kini adalah anak tidak mau belajar.

Konsultan parenting profesional Edy Wiyono, atau yang lebih dikenal dengan Ayah Edy, mengatakan ketika anak sulit disuruh belajar, banyak orangtua mengeluh dan malah memarahi anaknya. Padahal itu bisa membuat buah hati Anda semakin tertekan dan memberontak. Salah satu penyebab anak tidak mau belajar mungkin karena bidang tersebut tidak sesuai dengan minat yang dimiliki si kecil.


Oleh sebab itu, Edy menyarankan untuk menggali minat anak sejak dini. Gali potensi dan mimpi mereka sejak kecil. Hal ini sangat berpengaruh terhadap masa depan anak. Hindari memaksa anak tetap belajar dengan cara marah-marah atau memberikan ancaman. Bahkan pria 45 tahun itu mengatakan lebih baik anak tidak belajar di sekolah daripada tidak punya minat dan mimpi.


"Jauh lebih penting punya mimpi daripada rajin belajar. Saya lebih khawatir anak saya nggak punya mimpi daripada nggak mau sekolah. Kalau anak nggak punya cita-cita, orangtua harus cari tahu potensinya apa," tutur Edy saat memberikan seminar 'Bagaimana Perencanaan Pendidikan Anak' di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2015).


Edy kemudian memberikan resep bagaimana cara menggali potensi anak dan mengetahui mimpi mereka. Resep ini akan membantu mereka menjadi orang sukses sesuai impian masing-masing.


1. Tanyakan Mimpi Anak
Sebagai orangtua, Anda harus menanyakan mimpi anak sejak dini. Bagaimana caranya bertanya? Praktisi Multiple Intelligence & Holistic Learning itu menuturkan, ketika ingin mengetahui apa sebenarnya bakat mereka, bertanyalah dengan lembut. Tanya apa saja hal yang disukai si kecil untuk mengetahui lebih jauh potensi yang dimilikinya. Tanyakan juga apa mimpi yang ingin ia raih.


Orangtua perlu mendekati anak secara perlahan tanpa omelan. Bapak dua anak itu mengatakan anak mulai bisa digali potensinya sejak ia masuk sekolah formal. "Biasanya pemetaan sudah bisa dilakukan saat masuk SD," ujar Edy. Next »


Read More..

Reaksi Para Selebriti Saat Lihat Foto Wanita Hamil 8 Bulan Berperut Kecil

Foto: Dok. Getty Images Jakarta - Penampilan Sarah Stage yang tengah hamil delapan bulan menuai sensasi di dunia maya. Sarah yang rutin mengunggah foto kehamilannya di Instagram terlihat tidak seperti wanita yang sedang mengandung bayi. Perutnya masih tampak kecil seperti baru hamil 1-3 bulan.

Tidak sedikit wanita yang sudah menjadi ibu shock melihat penampilan Sarah ini. Beberapa dari mereka ada yang memuji, namun ada juga yang melayangkan kritik. Mereka yang menyerang mengkhawatirkan kondisi janin di dalam perut wanita yang berprofesi sebagai model itu.


Tiga selebriti dunia yang sudah menjadi ibu yaitu Vanessa Lachey, Molly Sims dan Rachel Zoe, tak ketinggalan ikut angkat bicara seputar berita yang tengah hangat ini. Ditemui di peluncuran buku dokter kandungan ternama di Amerika, Dr. Michele Hakakha, ketiga ibu tersebut dimintai pendapatnya apakah mereka juga menganggap kehamilan Sarah tidak normal seperti kritik yang banyak dilayangkan pada wanita itu.


"Dia tidak normal. Itu tidak normal," ujar Molly yang dikenal sebagai model busana renang majalah Sports Illustrated. Saat ini wanita yang juga menjadi bintang serial televisi itu tengah mengandung anak kedua.


Meski menganggap perut hamil Sarah tidak normal, Molly mengatakan pada dasarnya setiap wanita mengalami hal yang berbeda-beda saat mengandung. Dia sendiri pernah mengalami kenaikan berat badan yang cukup banyak saat hamil anak pertamanya, Brooks Alan Stuber.


"Saat kehamilan pertama, aku naik 80 pounds (36 kg). Sekarang aku hanya naik 35 pounds (16 kg). Jadi memang berbeda," katanya.


Stylist favorit selebriti yang memiliki acara reality show sendiri, Rachel Zoe, sependapat dengan Molly. Kehamilan pada setiap wanita berbeda-beda. Dia sendiri mengalami apa yang terjadi pada Sarah. Rachel mengaku tidak ada orang yang tahu dirinya hamil sampai usia kandungannya memasuki 7,5 bulan. Saat itu dia tengah mengandung anak pertamanya, Skylar Morrison Berman. Next »


Read More..

Rina Ciputra Sastrawinata dan Pesan Kesederhanaan dari Sang Ayah

Jakarta - Rina Ciputra Sastrawinata dengan antusias berbicara di depan media mengenai pertunjukkan teater musikal Beauty and The Beast yang akan tampil di Ciputra Artpreneur Center. Masih dengan bersemangat Direktur Ciputra Artprenuer Center itu kemudian mengajak media tur keliling lokasi yang luasnya mencapai 10.000 m2 tersebut. Tidak terlihat gurat kelelahan di wajah wanita 58 tahun itu

Ciputra Artpreneur Center ini memang menjadi bayi baru untuk Rina yang sudah 35 tahun berkarir di perusahaan yang dibangun ayahnya, Ir. Ciputra. Sebelumnya istri Budiarsa Sastrawinata ini lebih dikenal sebagai Managing Director Century21.


Sebelumnya Wolipop sempat berbincang dengan Rina mengenai teater Disney yang akan tampil di Ciputra Artpreneur Center Mei 2015 dan rencananya dalam mengembangkan tempat tersebut sebagai destinasi wisata seni. Kali ini, kami mengajak Anda mengenal sosok Rina yang berbeda yaitu sebagai seorang pemimpin wanita dan ibu empat anak yang sukses. Berikut perbincangan Wolipop dengan Rina di kantornya Ciputra Artprener Center, Kuningan, Jakarta, Jumat (6/3/2015).


Wolipop (W): Selama 35 tahun berkarir, bagaimana ibu bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan anak-anak?


Rina (R): Setiap ibu yang menjadi wanita karier akan mengalami problematika yang sama di mana kita mau berhasil di kedua-duanya. Kalau melihat ke belakang saya juga tidak tahu bisa berhasil melakukannya. Saya rasa semakin saya berumur ada hal-hal yang banyak saya pelajari. Tapi memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan.


W: Anak-anak ibu sekarang sudah dewasa dan menjadi orang-orang yang sukses. Saat mereka masih kecil, nilai-nilai apa yang ibu tanamkan kepada mereka sehingga anak-anak bisa seperti sekarang?


R: Waktu mereka masih kecil saya selalu tekankan mereka harus punya pendidikan karena itu bekal bagi mereka jika tiba-tiba pada satu titik suami mereka tidak bisa bekerja lagi, mereka punya bekal. Hal itu saya tekankan karena saya pernah membaca autobiografi pemilik Washington Post. Dia sebelumnya ibu rumah tangga. Tapi kemudian suaminya meninggal. Sejak itu dia mengambil alih kepemimpinan dan Washington Post berkembang menjadi sangat baik. Selama menjadi ibu rumah tangga dia pun tetap aktif dan paling penting dia memiliki pendidikan. Pasti kalau dia tidak bekerja menggantikan suaminya, Washington Post hilang. Saya katakan itu pada anak-anak saya. Sehingga semakin mereka menjadi dewasa mereka juga ingin menjadi wanita karier. Next »


Read More..

Investasi yang Disarankan Bila Ingin Punya Dana Pendidikan Rp 1 Miliar

Dok. Thinkstock Jakarta - Kini banyak anak muda yang sudah mulai sadar investasi. Meskipun beberapa di antaranya masih lebih suka menabung di bank daripada mengambil risiko dengan menginvestasikan uangnya. Padahal investasi dapat membantu keuangan Anda di masa depan.

Misalnya saja biaya pendidikan anak nantinya. Sebagai orangtua pasti Anda ingin memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati tercinta. Mengingat biaya masuk sekolah yang semakin tinggi, Anda perlu menyiapkan dana sejak dini. Belum lagi bila ada keinginan untuk menyekolahkan anak ke luar negeri atau ke lembaga pendidikan berkualitas bagus. Butuh biaya yang tidak sedikit agar bisa mewujudkan harapan tersebut.


Oleh sebab itu, Anda disarankan berinvestasi, salah satunya dengan reksa dana. Winnie Rahmi Maulidya selaku Head of Retail Marketing Division PT Danareksa Investment Management, mengatakan reksa dana sangat berbeda dengan menabung. Jumlah uang yang disimpan dan diambil dalam jangka panjang juga berbeda.


Reksa dana dibagi atas empat macam; saham, campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang. Bentuknya bisa melakukan setoran per bulan atau
sekali bayar. Untuk dana pendidikan anak, Anda disarankan mengambil reksa dana saham karena asumsi estimasi return per tahunnya tinggi.


"Estimasi return reksa dana tertinggi ya saham, sekitar 15%. Jumlah uang yang diinvestasikan tergantung target berapa tahun lagi anak akan kuliah," tutur Winnie saat berbincang dengan Wolipop di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2015).


Winnie memberikan contoh, misalnya saja anak akan masuk kuliah 20 tahun lagi. Dalam jangka waktu 20 tahun, Anda punya target tabungan Rp 1 miliar agar bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak. Jika Anda mengambil reksa dana saham dengan asumsi return 15% per tahun maka setoran per bulan hanya Rp 667 ribu.


Angka tersebut didapatkan kalau target dana pendidikan Anda Rp 1 miliar dalam jangka waktu 20 tahun. Berbeda bila Anda ingin menabung sejak dini terutama bagi yang masih di bawah usia 30, untuk jumlah target dana pendidikan anak yang sama dalam jangka waktu 30 tahun, investasi per bulannya hanya Rp 144 ribuan.


Gambaran ini menurut wanita lulusan Universitas Indonesia itu dapat memicu para orangtua untuk berinvestasi demi masa depan anak. Di akhir perbincangan, Winnie mengatakan reksa dana minim risiko dan lebih mudah dicairkan. Ia pun menyarankan agar disiplin investasi sejak dini.


"Banyak orang yang investasi reksa dana tapi nggak disiplin itu nggak akan kelihatan hasilnya. Reksa dana khususnya saham bagus untuk jangka panjang," tambahnya kemudian.


(aln/hst)


Read More..

Dolce & Gabbana: Kami Menentang Homoseksual Mengadopsi Anak

Foto: Dok. Getty Images Jakarta - Domenico Dolce dan Stefano Gabbana mengeluarkan pernyataan yang kontroversial saat diwawancara oleh majalah Italia, Panorama. Dua desainer yang populer dengan label D&G itu menentang adopsi anak yang dilakukan oleh gay.

"Kami menentang homoseksual (melakukan-red) adopsi. Satu-satunya keluarga adalah yang tradisional," kata Dolce dan Gabbana. Keluarga tradisional yang dimaksudnya adalah adanya ayah dan ibu.


Duo desainer yang mendirikan label Dolce & Gabbana sejak 1985 itu juga menganggap tidak seharusnya anak didapatkan dengan bantuan-bantuan yang tidak lazim. "Tidak boleh ada suntik bahan kimia atau menyewa rahim. Kehidupan seharusnya terjadi dengan alami. Hal ini yang seharusnya tidak boleh diubah," ujarnya.


Dolce dan Gabbana yang dulunya juga pasangan gay namun kemudian putus, benar-benar prihatin dengan semakin banyaknya orang yang berusaha mendapatkan anak dengan cara tidak alami. Menurut mereka seorang anak seharusnya lahir dari seorang ayah dan ibu karena bentuk dari sebuah cinta.


"Aku menyebut anak-anak yang lahir dengan bantuan zat kimia sebagai anak-anak sintetis," ucap Dolce. "Keluarga itu bukan sebuah iseng-iseng belaka. Ada rasa memiliki supernatural di dalamnya," tambah Gabbana.


Pernyataan Dolce dan Gabbana yang menentang adopsi anak oleh homoseksual ini langsung mendapat reaksi keras dari banyak kalangan, terutama pemilik orientasi seks penyuka sesama jenis. Para homoseksual menganggap penilaian duo desainer tersebut mempermalukan diri mereka sendiri.


Dolce dan Gabbana sendiri sebenarnya juga seorang penyuka sesama jenis. Mereka pernah menjadi sepasang kekasih selama 23 tahun dan berakhir pada 2005. Meski sudah tidak lagi pacaran, keduanya memutuskan tetap bekerjasama merancang busana.


(eny/fer)


Read More..

3 Minyak Aromaterapi yang Efektif Redakan Stres

Dok. Thinkstock Jakarta - Tinggal di perkotaan membuat orang rentan terkena stres. Entah itu karena masalah pekerjaan, urusan rumah tangga hingga harus menghadapi kemacetan serta polusi setiap harinya.

Liburan menjadi salah satu cara untuk menghilangkan stres, namun tak semua orang punya waktu maupun biaya untuk pergi liburan setiap minggunya. Ada satu solusi yang bisa mengatasi stres di kota besar. Cenderung mudah dilakukan, tanpa perlu menghabiskan banyak uang dan tidak perlu juga keluar rumah. Yaitu dengan menggunakan minyak aromaterapi.


Dari berbagai jenis aromaterapi, ada tiga minyak esensial yang diketahui efektif membuat pikiran lebih relaks, menghilangkan rasa jenuh sekaligus meredakan stres. Apa saja dan seperti apa fungsinya? Apakah hanya untuk mengatasi stres?


1. Lavender
Minyak yang berasal dari ekstrak bunga berwarna ungu ini merupakan salah satu minyak esensial yang paling populer, baik karena fungsi penyembuhnya maupun relaksasi. Pijat dengan minyak lavender akan menenangkan otot-otot dan membantu tidur lebih nyenyak, sehingga banyak aromaterapis yang menyarankan penggunaan minyak ini untuk mengatasi insomnia. Selain itu lavender juga berkhasiat sebagai antiseptik, antidepresan, anti peradangan, deodoran dan 'obat' penenang.


2. Bergamot
Bergamot merupakan minyak esensial beraroma citrus yang diekstrak dari pohon Citrus Beragamia, tanaman yang tumbuh di Asia Tenggara. Minyak esensial ini banyak digunakan untuk mengatasi stres, depresi, gelisah hingga infeksi kulit seperti psoriasis dan eczema. Bergamot juga banyak digunakan sebagai aromaterapi untuk menyehatkan liver, meningkatkan fungsi pencernaan dan menyamankan saat merasa tidak enak badan.


Selain itu Bergamot juga berkhasiat mengobati pilek dan nyeri ringan pada tubuh. Untuk kecantikan, minyak esensial ini bisa untuk meredakan kemerahan, mengatasi jerawat meradang serta membuat rambut tampak lebih berkilau.


3. Rosemary
Minyak rosemary berkhasiat sebagai antidepresan dan membuat fungsi otak lebih aktif. Minyak ini juga bekerja sebagai analgesik yang meredakan rasa sakit, otot kram, sakit kepala dan migrain. Sebagai antiseptik, rosemary bisa mengatasi infeksi ringan pada liver maupun sistem pencernaan. Next »


Read More..

4 Kesalahan Orangtua Ketika Pilihkan Sekolah untuk Anak

Dok. Thinkstock Jakarta - Pendidikan anak akan berpengaruh terhadap masa depan mereka. Oleh sebab itu setiap orangtua disarankan untuk menyekolahkan anak ke lembaga yang memang sesuai minat dan bakat si kecil. Menurut konsultan parenting profesional, Edy Wiyono atau yang lebih akrab disapa Ayah Edy, hampir semua orangtua mewajibkan anaknya untuk masuk ke sekolah formal yang dianggap terbaik dalam pandangan mereka.

Beberapa juga memaksakan anak untuk mengikuti beragam kursus pelajaran akademis agar buah hati semakin pintar. Padahal tidak semua anak bisa mengikutinya dengan baik. Tak sedikit pula yang menjadi pemberontak karena terlalu banyak diatur oleh orangtuanya.


Maka dari itu, Edy menyarankan agar para orangtua tidak menuruti ego saat mendidik buah hati tercinta, termasuk ketika memilihkan sekolah untuknya. Ada beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan demi masa depan si kecil. Berikut kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan orangtua saat menentukan pendidikan anak.


1. Tak Bisa Ambil Keputusan
Pria 45 tahun itu mengatakan banyak orangtua yang tidak bisa mengambil keputusan ketika menentukan pendidikan anak. Mereka lebih menuruti saran-saran dari teman atau kerabat dekat untuk menyekolahkan anak ke lembaga terbaik dan memiliki popularitas tinggi. Begitu juga ketika memilihkan perguruan tinggi.


Edy menuturkan bahwa orangtua seharusnya lebih mengutamakan minat anak bukan menuruti kemauan orang lain. "Salah satu kendalanya orangtua nggak ada nyali buat mengambil keputusan sendiri tanpa masukan orang lain," tutur Edy saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.


2. Gengsi
Banyak dari Anda yang masih saja mendahulukan gengsi daripada impian anaknya. Sebagai contoh, kedua orangtua bekerja sebagai pimpinan perusahaan di bidang ekonomi. Sementara anaknya memiliki bakat di bidang seni, tari misalnya. Kemudian orangtua tidak ingin anaknya menjadi penari harus dalam lingkup ekonomi seperti mereka. Ini seharusnya tidak lakukan.


Edy mengatakan ketika anak memiliki bakat di bidang seni cobalah untuk mendukung mereka. Berikan jalan dan permudah mereka untuk meraih impiannya. Bahkan bila mungkin masukkan mereka ke sekolah terbaik di bidang tersebut. Next »


Read More..

D&G Menentang Adopsi Anak Oleh Homoseksual, Elton John Serukan Boikot

Foto: Dok. Getty Images Jakarta - Pernyataan Dolce & Gabbana yang menentang adopsi anak oleh gay mendapat reaksi keras dari banyak kalangan. Salah satu orang yang langsung berkomentar adalah penyanyi Elton John yang memiliki dua anak dengan pasangan gay-nya, David Furnish.

Dua anak Elton dan David lahir dengan bantuan rahim pengganti. Anak pertama mereka, Zachary, lahir pada 2010 dan anak kedua, Elijah, pada 2013.


"Berani sekali kalian menyebut anak-anak kami sebagai anak sintetis," demikian tulis Elton pada keterangan foto yang diunggahnya ke Instagram pada Minggu (15/3/2015) malam.


Penyanyi dengan gelar kehormatan Sir dari Kerajaan Inggris itu mengunggah foto Dolce dan Gabbana di akun Instagramnya. Pada keterangan fotonya, Elton juga menulis betapa pernyataan duo desainer tersebut sungguh memalukan.


"Sungguh memalukan karena kalian memberikan penilaian pada bayi-bayi IVF (bayi tabung), sebuah keajaiban yang membuat orang-orang dengan banyak cinta, baik itu gay ataupun tidak, bisa memenuhi mimpi mereka untuk memiliki anak," demikian tanggapan keras Elton untuk Dolce dan Gabbana.


Penyanyi 67 tahun itu menyebut pemikiran Dolce dan Gabbana yang menentang adopsi anak oleh homoseksual sudah kuno. "Sama seperti karya fashion kalian. Aku tidak akan pernah memakai Dolce and Gabbana lagi #BoycottDolceGabbana," tulis Elton lagi.


Komentar Elton di situs jejaring sosial itu mendapat dukungan dari para penggemarnya. Mereka sepakat dengan pelantun 'Candle In The Wind' itu bahwa tidak seharusnya anak-anak yang lahir bukan dengan cara alami disebut sebagai anak sintetis.


"Kalian adalah orangtua terbaik untuk anak-anak kalian. DG tidak layak untuk dikomentari. Mereka mungki tidak memiliki pengalaman mendapat cinta dari anak kepada orangtua dan sebaliknya," tulis seorang pengguna Instagram.


(eny/fer)


Read More..

Bekerja dari Rumah Tak Mudah, Ini Tips untuk Para Ibu yang Ingin Mencoba

Jakarta - Pilihan antara karier atau keluarga banyak menghantui para wanita menikah apalagi mereka yang sudah memiliki anak. Keinginan untuk menjalani keduanya memang tidak selalu berjalan mudah karena kerap ada salah satu yang harus dikorbankan. Saat anak dan suami butuh perhatian lebih tak jarang wanita memilih beralih profesi. Yakni menjadi ibu rumah tangga.

Menjadi ibu, istri, sekaligus wanita karier bukan tidak mungkin dilakukan di zaman ini. Kecanggihan teknologi membuat sebagian pekerjaan bisa berjalan tanpa perlu ke luar rumah. Nuniek Tirta Ardianto sudah membuktikannya. Ibu rumah tangga yang merupakan inisiator #startuplokal tersebut saat ini bisa menyeimbangkan waktu antara keluarga dengan pekerjaan.


Wanita yang sudah 13 tahun menjadi blogger tersebut awalnya dikenal berkat sebuah situs e-commerce yang khusus menjual perlengkapan ibu hamil. E-commerce yang didirikannya pada 2008 itu merupakan start up pertama untuk busana hamil di Indonesia. Kala itu, Nuniek yang tengah hamil delapan bulan tidak sengaja menjadi distributor busana. Sayangnya usaha tersebut tidak bertahan karena passion yang berubah. Meski begitu, ilmu dan pengalamannya selama mengelola bisnis tersebut berhasil menjadikan Nuniek mentor dan inisiator komunitas start up.


Menurut Nuniek bekerja dari rumah sudah banyak dilakukan wanita Indonesia, terutama di bidang kewirausahawan. Sebagai orang yang pernah melakukannya, ia bercerita jika cara itu bukan sesuatu yang mudah seperti yang dibayangkan orang. Bahkan Nuniek menyarankan agar para ibu harus siap mental.


"Mostly ibu-ibu berpikir kerja di rumah enak. Saya lihat itu nggak lebih ringan. Bisa lebih stressful apalagi seperti saya dulu ada dua balita. Mereka kan tidak bisa mengikuti mau kita. Jadi kita harus terima keadaan dan punya support system yang bagus," ujar Nuniek saat diwawancara Wolipop di @america, Pacific Place, Jakarta Selatan Jumat, (13/3/2015).


Nuniek menambahkan memiliki orang terdekat terutama suami yang mendukung adalah salah satu hal terpenting ketika seorang ibu ?mau bekerja. Jika bisa, sang suami mau dilibatkan dalam urusan rumah tangga sehingga tugas istri bisa sedikit lebih ringan. Lalu apakah seorang ibu bisa benar-benar bekerja tanpa gangguan ketika berada di rumah?


Nuniek pun mengakui jika gangguan dari anggota keluarga pasti ada. Apalagi seorang wanita sering merasa bersalah jika benar-benar mengabaikan anak atau keperluan rumah. Untuk itu, wanita cantik berambut panjang ini menyarankan agar sebaiknya bekerja di rumah dilakukan ketika anak berusia lebih dari lima tahun. Next »


Read More..

Hangout Sambil Main Games di The Playroom, Pantai Indah Kapuk

Jakarta - Hangout bersama teman, menyantap makanan sambil main games, kenapa tidak? Ada satu restoran baru yang menyediakan semua itu, yaitu The Playroom. Berada di bilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, salah satu tempat yang sedang populer di kalangan anak muda ini memiliki fasilitas ruang bermain sebagai alternatif aktivitas di kala santai selain makan.

The Playroom memiliki desain interior yang didominasi palet cokelat dari penggunaan elemen kayu baik pada lantai maupun set meja-kursi. Suasana rustic dengan penerangan temaram cukup kental saat pertamakali memasuki ruangan. Bagian depan diisi deretan sofa-sofa panjang dan meja serta kursi kayu. Terdapat meja bar tempat para staf menyiapkan pesanan minuman.


Jika ingin suasana yang lebih kasual, bisa memilih di ruangan lain yang berhadapan langsung dengan pemandangan di luar restoran. Jendela-jendela luas membuat cahaya banyak masuk sehingga suasananya lebih terang. Anda juga bisa memilih duduk di tempat yang lebih privat, jika datang ke sini bersama delapan hingga sembilan teman. Area ini berbatasan langsung dengan 'the playroom', ruangan bermain yang menjadi daya tarik restoran ini.


Di dalam area bermain terdapat lima dart games dan pool atau meja billiard. Jika bosan menunggu pesanan datang, pengunjung bisa sambil bermain lempar dart atau billiard. Untuk bermain di area ini, akan dikenakan biaya tambahan dimulai dari Rp 10.000 sekali main. Di area ini juga disediakan beberapa set meja dan kursi bagi pengunjung yang ingin santai sambil memainkan games.


Makanan yang disajikan di restoran ini sebagian besar merupakan menu western. Wolipop memilih Beef Quesadillas sebagai appetizer, yaitu quesadillas berisi daging cincang, disajikan bersama saus sour 'n cream, cajun, salsa dan jalapeno. Hidangan utamanya, pilihan jatuh pada Mac & Cheese sementara minuman ada Mix Berry Crush yang menyegarkan.


Saat Wolipop mengunjungi resto ini, entah karena sedang ramai pengunjung atau staf yang tersedia sedikit, menu yang kami pesan cukup lama terhidang di meja, lebih kurang 30 menit untuk satu pesanan. Untuk menu Mac & Cheese, sajiannya sedikit berbeda dengan apa yang dibayangkan. Mac & Cheese merupakan pasta macaroni dengan saus keju kental. Ada pula yang dibuat seperti pie, dengan lelehan keju di atasnya.


Namun kami sedikit kecewa ketika menu yang telah lama ditunggu-tunggu datang. Pastanya bukan macaroni, melainkan penne. Tidak terlihat 'penampakan' saus keju yang lezat itu, melainkan oil dressing yang rasanya lebih seperti Aglio Olio.


Secara keseluruhan, Playroom cukup menyenangkan untuk dijadikan teman hangout atau berlama-lama mengobrol dengan teman sambil menyesap minuman. Namun untuk makanan, sepertinya perlu lebih banyak pengembangan lagi baik dari segi pelayanan maupun menu makanannya.


Harga makanan mulai dari Rp 60 ribuan, sedangkan minuman mulai dari Rp 20 ribuan. The Playroom berlokasi di Ruko Cordoba, Bukit Golf Mediterania, Jl. Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.


(hst/aln)


Read More..

Upload Kompakan, Wadah Wanita Salurkan Hobi Fotografi di Instagram

Jakarta - Mengunggah foto di Instagram memang sudah seperti hobi bagi sebagian orang. Bagi mereka, selfie atau momen yang menarik rasanya kurang lengkap jika tidak dipamerkan. Tren ini ternyata tidak hanya menjangkiti kalangan remaja saja namun juga ibu-ibu muda. Sejumlah wanita bahkan berkumpul dalam sebuah komunitas yang dinamakan Upload Kompakan. Seperti apa?

Upload Kompakan sebenarnya merupakan sebuah nama akun Instagram. Akun tersebut berisi unggahan gambar para pengikutnya. Tak sekadar foto biasa, gambar tersebut harus sesuai dengan tema serta aturan. Mereka kompak meng-upload foto di hari dan tema yang sama sehingga disebut Upload Kompakan. Para pengikut yang sering mengunggah pun dinamakan Kompakers. Setiap harinya akun ini akan mengumumkan beberapa pemenang dengan postingan terbaik.


Dimulai sejak September 2014 pengikut @uploadkompakan sangat berkembang pesat. Saat ini anggotanya sudah mencapai 25 ribuan. Komunitas tersebut memiliki pengikut dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Penggemar akun ini pun sebagian besar adalah wanita. Selain demi menyalurkan hobi fotografi, akun yang dipelopori oleh Echi Sofwan itu memiliki visi dakwah tersendiri.


"Jadi ini semacam dakwah ya, aturannya nggak boleh kelihatan aurat seperti anggota tubuh atau benda mati seperti patung. Tujuan Echi untuk meminimalisir selfie-selfie yang mengumbar aurat. Kalau kita foto saja mungkin gampang nah gimana caranya suapaya itu kelihatan menarik. Jadi ini juga ngajarin kita untuk kreatif," ungkap ketua Kompakers Depok, Annisa Rizky Afrilia beberapa waktu lalu di Sekolah Lentera Insan, Kelapa Dua, Depok.


Annisa sendiri merupakan Lurah (sebutan Ketua) Kompakers cabang Depok. Ia lah yang mengambil inisiatif untuk mengumpulkan para Kompakers yang berasal dari kota di Jawa Barat itu. Terbentuk sejak November 2014, Kompakers Depok rutin mengadakan pertemuan setiap bulannya. Agenda yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari belajar hingga kompetisi terkait fotografi. Annisa pun menjadikan komunitas ini bukan sekadar ajang foto-foto namun juga berbagi.


Sabtu lalu, Kompakers Depok menggelar pertemuan keempat mereka dengan tema Berjuang Bersama Rafi. Acara itu merupakan penggalangan dana untuk seorang bayi yang terlahir tanpa anus dan usus bernama Rafi. Pengumpulan dana yang berlangsung selama seminggu itu menghasilkan lebih dari Rp 11 juta. Annisa mengaku tidak menyangka bahwa respon para Kompakers nasional cukup antusias.


"Waktu itu saya lihat tentang Rafi di acara Hitam Putih. Kebetulan penyakitnya Rafi sama dengan penyakit anak saya jadi saya tahu perasaan ibunya. Terus saya saran ke teman-teman untuk bantu Raffi. Kita upload di Instagram untuk transfer melalui bank. Nggak nyangka responnya bagus," ujar Annisa.


Acara yang diadakan di Sekolah Lentera Insan, Depok tersebut bahkan dihadiri oleh Wakil Walikota Depok. Kompakers Depok memang ingin membuat proyek-proyek bermanfaat demi mengisi waktu para anggotanya yang kebanyakan merupakan ibu rumah tangga. Kompetisi mengunggah foto tersendiri pun dianggap sebagian mereka sebagai kegiatan yang membuat ketagihan. Terlebih pemenang yang terpilih kerap dihadiahi oleh sejumlah sponsor. Menurut Annisa, cukup banyak pula pengikut yang mengatakan jika mereka jadi jarang foto selfie.


Selain mengadakan pertemuan bulanan, Kompakers Depok bahkan memiliki rencana untuk membuat buku bersama. "Kebetulan anggota Kompakers Depok ada yang penulis. Jadi mungkin akan berisi pengalaman atau cerita seru ketika bergabung di sini. Kompakers memang kuat di daerah ya, mungkin kalau di se-Indonesia terlalu banyak." tambah Annisa.


Meski kebanyakan pesertanya adalah wanita, Upload Kompakan sudah membuka diri untuk para pria. Walau di Depok belum ada pengikut lelaki, Annisa mengatakan jika cukup banyak pria yang menjadi Kompakers, seperti di Bandung serta Mojokerto.


Read More..

Pria Berjenggot Seksi Bak David Beckham, Tapi Berisiko Sebarkan Kuman

Dok. Getty Images Jakarta - Survei yang dilakukan situs perjodohan My Single Friend mengungkapkan, 80 persen wanita di Inggris menganggap pria berkumis dan berjanggut terkesan menyenangkan, loyal dan berjiwa petualang. Lebih dari 55 persen wanita juga mengatakan, pria jadi lebih atraktif ketika mereka tidak bercukur.

Sementara jajak pendapat yang diadakan surveyer marketing OnePoll menunjukkan, bagi 56 persen wanita, rambut pada wajah pria merupakan pendorong kuat rangsangan seksual bagi lawan jenisnya. Pria yang memiliki kumis tipis, janggut atau cambang dianggap ebih menarik secara seksual dibandingkan pria berwajah licin.


Kumis dan jenggot kini memang menjadi semacam 'aksesori' bagi para pria. Lihat saja sejumlah selebriti pria yang banyak dielu-elukan penggemar wanita karena maskulinitas dan keseksiannya mulai dari David Beckham, Adam Levine, Ben Affleck, James Franco hingga Jake Gyllenhaal.


Bagi para pria yang juga ingin ikut tren menumbuhkan rambut wajah, atau wanita yang mengidamkan pasangan berjanggut serta berkumis sepertinya harus tahu dulu fakta berikut ini. Para ahli kesehatan telah memberi peringatan bahwa jenggot ata cambang bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri, selain itu juga media penyebaran bakteri.


Carol Walker, seorang ahli trichology (kajian tentang rambut dan penyakitnya) dari Birmingham Trichology Centre mengatakan bahwa rambut-rambut wajah bisa memicu terjadinya infeksi kulit dan menyebarkan kuman kepada orang lain. Kenapa bisa?


Seperti dikutip dari Daily Mail, Carol menjelaskan bahwa rambut pada wajah lebih kasar dan kaku ketimbang rambut di bagian tubuh lainnya. Teksturnya yang kasar dan kaku itu membuat kotoran dan kuman lebih mudah terperangkap dan bersarang di antara rambut.


"(Rambut wajah) biasanya lebih keriting dan berlekuk yang membuat kotoran terperangkap. Kutikula pada rambut juga membuat kuman dan minyak menetap di sana. Sementara rambut di sekitar hidung dan mulut adalah tempat favorit bakteri," jelas Carol. Next »


Read More..

Hangout Cantik Sambil Santap Dessert di G.B Bistro, Senayan

Jakarta - Beberapa tahun belakang ini, Jakarta disuguhi oleh berbagai opsi kuliner yang berpayung bistro & dessert sebagai istilah cantiknya. Dengan dekorasi yang apik, tematik dan cantik, menjamurnya resto berkonsep serupa tentu menarik minat para warga Jakarta yang haus akan tempat hangout baru untuk sekedar berbincang ringan maupun memuaskan rasa lapar atau penasaran.

Baru-baru ini, Wolipop yang kebetulan sedang berada di mal Senayan City mencoba resto baru yang dinamakan G.B Bistro & Dessert di lantai LG. Dari luar terkesan kecil namun tema dekornya seakan menarik kita untuk segera menghampiri resto dan duduk cantik di dalamnya sambil menyantap pencuci mulut.


G.B dikatakan merupakan singkatan dari Gelato Bar. Resto ini telah dibuka sejak pertengahan tahun lalu dan menampilkan suasana yang hangat. Ditunjang dengan bohlam-bohlam lampu yang menggantung dengan intensitas redup, tembok bata warna terakota, dan langit-langit yang sengaja dibuat ‘telanjang’ dengan polesan cat hitam mengingatkan kita akan dekor bernuansa internasional.


Saat memesan makanan, kami memilih makanan yang cukup ringan seperti kentang goreng dan ayam deep-fried, disertai menu sosis dan minuman es teh. Bila Anda dalam keadaan sangat lapar, jangan harap makanan segera datang karena dari pengalaman kami, makanan baru tiba sekitar 20-30 menit kemudian.


Terlepas dari dekor resto yang menyita perhatian, nampaknya tatanan makanan justru membutuhkan perhatian ekstra yakni disajikan secara visual kurang menarik dan cenderung berantakan. Mashed potato yang terkesan disekup terburu-buru dan ditumpahkan di atas wadah, penempatan sayur yang acak, memberi kesan kurang menggiurkan. Melihat pemandangan ini, kami mengintip ke meja lain dan ternyata memang konsep penyajiannya seperti itu.


Dari segi citarasa terbilang baik-baik saja tanpa ada ciri khas yang menonjol dari tiap menu yang kami pesan. Jangan ragu pula untuk terus mengecek menu yang tak kunjung datang. Menu terakhir yang kami pesan tak kunjung datang lebih dari 30 menit dan ketika dicek lebih dari dua kali, server selalu mengatakan sedang diproses. Sejam berlalu dan makanan pun belum siap dan kami terpaksa membatalkan dan pergi membawa sedikit kekecewaan.


Secara keseluruhan, tempat ini cukup baik untuk sekedar duduk cantik sambil menyeruput minuman. Area sofa depan resto yang menghadap langsung ke depan eskalator yang dilalui banyak pengunjung cukup digemari untuk berbincang oleh para pengunjung yang ingin mengibarkan eksistensi.


(fer/fer)


Read More..

Investasi yang Disarankan Bila Ingin Punya Dana Pendidikan Rp 1 Milyar

Dok. Thinkstock Jakarta - Kini banyak anak muda yang sudah mulai sadar investasi. Meskipun beberapa di antaranya masih lebih suka menabung di bank daripada mengambil risiko dengan menginvestasikan uangnya. Padahal investasi dapat membantu keuangan Anda di masa depan.

Misalnya saja biaya pendidikan anak nantinya. Sebagai orangtua pasti Anda ingin memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati tercinta. Mengingat biaya masuk sekolah yang semakin tinggi, Anda perlu menyiapkan dana sejak dini. Belum lagi bila ada keinginan untuk menyekolahkan anak ke luar negeri atau ke lembaga pendidikan berkualitas bagus. Butuh biaya yang tidak sedikit agar bisa mewujudkan harapan tersebut.


Oleh sebab itu, Anda disarankan berinvestasi, salah satunya dengan reksa dana. Winnie Rahmi Maulidya selaku Head of Retail Marketing Division PT Danareksa Investment Management, mengatakan reksa dana sangat berbeda dengan menabung. Jumlah uang yang disimpan dan diambil dalam jangka panjang juga berbeda.


Reksa dana dibagi atas empat macam; saham, campuran, pendapatan tetap, atau pasar uang. Bentuknya bisa melakukan setoran per bulan atau
sekali bayar. Untuk dana pendidikan anak, Anda disarankan mengambil reksa dana saham karena asumsi estimasi return per tahunnya tinggi.


"Estimasi return reksa dana tertinggi ya saham, sekitar 15%. Jumlah uang yang diinvestasikan tergantung target berapa tahun lagi anak akan kuliah," tutur Winnie saat berbincang dengan Wolipop di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2015).


Winnie memberikan contoh, misalnya saja anak akan masuk kuliah 20 tahun lagi. Dalam jangka waktu 20 tahun, Anda punya target tabungan Rp 1 miliar agar bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak. Jika Anda mengambil reksa dana saham dengan asumsi return 15% per tahun maka setoran per bulan hanya Rp 667 ribu.


Angka tersebut didapatkan kalau target dana pendidikan Anda Rp 1 miliar dalam jangka waktu 20 tahun. Berbeda bila Anda ingin menabung sejak dini terutama bagi yang masih di bawah usia 30, untuk jumlah target dana pendidikan anak yang sama dalam jangka waktu 30 tahun, investasi per bulannya hanya Rp 144 ribuan.


Gambaran ini menurut wanita lulusan Universitas Indonesia itu dapat memicu para orangtua untuk berinvestasi demi masa depan anak. Di akhir perbincangan, Winnie mengatakan reksa dana minim risiko dan lebih mudah dicairkan. Ia pun menyarankan agar disiplin investasi sejak dini.


"Banyak orang yang investasi reksa dana tapi nggak disiplin itu nggak akan kelihatan hasilnya. Reksa dana khususnya saham bagus untuk jangka panjang," tambahnya kemudian.


(aln/hst)


Read More..

4 Manfaat Kesehatan Makan dengan Alas Daun Pisang

Dok. Thinkstock Jakarta - Beberapa negara di kawasan Asia punya kebiasaan memakai daun pisang sebagai alas makan atau pembungkus makanan. Sebut saja Indonesia, Malaysia, Thailand juga India. Meskipun terkesan 'kurang elit' dan kuno, cara makan tradisional yang telah dilakukan sejak zaman dulu ini ternyata memberi beberapa manfaat baik bagi kesehatan tubuh maupun lingkungan. Apa saja?

1. Sehat
Daun pisang kaya akan polifenol, antioksidan yang sama yang ditemukan dalam daun teh hijau. Polifenol merupakan antioksidan alami yang mampu melawan radikal bebas dan mencegah berbagai penyakit. Daun pisang memang tidak dianjurkan untuk dimakan langsung karena sulit dicerna tubuh. Namun ketika dipakai untuk membungkus makanan, makanan di dalamnya bisa menyerap polifenol dari daun pisang. Khasiat antioksidan pun bisa didapatkan meskipun tidak terlalu signifikan.


Selain itu daun pisang juga diyakini mengandung antibakteri yang membunuh kuman serta bakteri pada makanan sehingga mengurangi risiko Anda terkena penyakit. Dengan catatan, jika daun pisang sebelumnya telah dibersihkan dan juga berasal dari lingkungan yang bersih.


2. Makanan Terasa Lebih Nikmat
Daun pisang memiliki lapisan seperti lilin yang memiliki aroma khas. Ketika makanan panas ditempatkan di atas atau dalam daun tersebut, 'lilin' akan meleleh dan menebarkan aroma harum tersebut ke makanan. Rasa makanan pun jadi lebih nikmat dan enak disantap. Sebagai perbandingan, lontong yang dibungkus menggunakan daun pisang dengan lontong yang dibungkus plastik, tentu rasanya jauh lebih enak lontong pertama.


3. Ramah Lingkungan
Mengemas makanan dengan wadah plastik atau styrofoam adalah bentuk sikap tidak peduli lingkungan. Plastik dan styrofoam sulit terurai oleh tanah dan membutuhkan waktu hingga puluhan, bahkan ratusan tahun untuk bisa menyatu dengan bumi. Makanan yang dibungkus dalam daun pisang jauh lebih ramah lingkungan karena mudah terurai dalam waktu singkat. Hanya dalam hitungan minggu, bahkan hari.


4. Lebih Aman
Perangkat makan seperti piring/mangkok yang terbuat dari plastik, melamin atau metal perlu dicuci dengan sabun dan air. Cara pencucian ini akan meninggalkan jejak-jejak atau residu bahan kimia dan jika tidak benar-benar bersih dibilas, akan menimbulkan racun. Sedangkan daun pisang cukup dibersihkan dengan cara dicuci di dalam air bersih, lalu dilap menggunakan kain bersih. Sehingga makanan bebas bahan kimia.


(hst/eny)


Read More..

4 Sifat Bos Paling Menyebalkan dan Cara Mengatasinya

Dok. Thinkstock Jakarta - Selain diri sendiri, bos adalah orang paling berpengaruh dalam perjalanan karier. Karena dialah yang bisa jadi penyelamat atau penghambat kesuksesan Anda. Sebagian karyawan bersyukur karena memiliki atasan yang baik serta pengertian. Namun tentu tidak semua orang diberkahi bos yang demikian. Sebenarnya sifat atasan seperti apa yang paling menyebalkan menurut para pekerja? Simak empat jawabannya serta cara mengatasi situasi tersebut berikut ini:

1. Diktator
Bos yang diktator adalah salah satu tipe atasan yang paling menyebalkan. Biasanya bos seperti ini akan mendikte dengan detail apa-apa saja yang dia butuhkan. Ia juga memastikan jika Anda melakukan tugas sesuai dengan caranya dan tidak membiarkan Anda untuk melakukan kesalahan.


Ketika Anda dihadapkan dengan atasan seperti itu, ada baiknya untuk mengikuti cara dia bekerja. Karena dia suka jika orang menuruti perintahnya, usahakan Anda melakukan segala hal yang tidak bertentangan dengan prinsipnya. Misalnya dengan menanyakan hal-hal detail seperti jam berapa serta bagaimana tugas harusnya diselesaikan. Dengan begitu, ada kemungkinan dia memuji kerja Anda kemudian mulai mempercayai Anda. Atau dia bisa bosan ditanya sehingga membiarkan Anda menyelesaikan dengan cara Anda sendiri.


2 Kurang Realistis
Adalah tugas seorang bos untuk memberikan inovasi untuk divisi. Namun bagaimana jika ide-ide besar itu kadang kurang realistis atau terlalu berat? Hal tersebut mungin tidak terlalu menyebalkan bila si atasan mau mendengarkan pendapat anak buahnya. Bagaimana jika tidak dan dia adalah seseorang yang menakutkan?


Jangan biarkan atasan terus menyiksa. Jika ide serta tugas yang dia arahkan terlalu berat, cobalah untuk kemukakan. Tapi lakukan dengan cara yang anggun sehingga Anda tidak terdengar seperti sedang mengeluh. Misalnya dengan memintanya membantu Anda untuk menyusun jadwal tugas. Biarkan dia melihat sendiri jika hal-hal yang dia targetkan kurang realistis untuk dicapai. Utarakan pendapat berdasarkan data. Contohnya katakan jika tim Anda hanya 10 orang dan butuh 15 orang untuk mewujudkan ide-idenya.


3. Galak
Bos tipe ini biasanya tidak ragu-ragu memberi komentar pedas ketika Anda melakukan kesalahan. Terlebih jika dia mengatakannya di depan rekan-rekan dengan suara yang lantang.


Hal terbaik untuk mengatasi situasi ini adalah dengan meminta 'petunjuk' lebih detail darinya. Kemukakan jika Anda merasa tidak enak karena mendapat reaksi yang buruk tentang performa kerja atau tugas dari dia. Kemudian tanya apa yang Anda bisa lakukan untuk memperbaiki? Adakah sebuah buku yang bisa Anda baca untuk lebih mengerti tugas? Hindari memberi kesan bahwa kesalahan tersebut terjadi karenanya. Bila itu yang terjadi dan Anda ingin menyampaikannya, pastikan Anda siap dengan segala resiko.


4. Terlalu Ramah
Sebagian pekerja mengeluh karena atasan mereka kurang bergaul dengan anak buah. Sebagian lainnya lebih merasa kurang nyaman karena bos terlalu ramah. Tak sedikit karyawan yang kurang suka jika bos terlalu ekstrovert dan menceritakan semua permasalahannya. Terlebih jika dia ingin berteman dengan Anda di media sosial. Apalagi jika dia sangat baik dan sering membiarkan bawahan datang terlambat atau santai menghadapi tenggat waktu.


Bos seperti ini memang tidak merugikan. Jika dia meminta Anda berteman dengannya di media sosial bilang saja Anda sudah tidak sempat memperbarui hal-hal seperti itu. Bila atasan terus memaksa, atur saja status Anda sehingga hanya bisa dilihat orang tertentu. Jika atasan tidak bisa tegas terhadap anak buah, ada baiknya Anda kemukan sebuah persoalan dalam divisi yang membuat dia sadar bahwa rekan-rekan perlu disadarkan.


(ami/aln)


Read More..

Dolce & Gabbana Serang Balik Elton John Pasca Diancam Boikot

Foto: Dok. Getty Images Jakarta - Perseteruan antara desainer Domenico Dolce dan Stefano Gabbana dengan penyanyi Elton John terus berlanjut. Mereka saling menyerang lewat lewat situs jejaring sosial.

Sebelumnya Elton John yang lebih dulu menyerang Dolce dan Gabbana setelah kedua desainer tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa mereka menentang adopsi anak yang dilakukan homoskesual. Sebagai seorang gay, Elton yang memiliki dua anak dengan pasangannya David Furnish merasa tidak seharusnya pernyataan itu dikeluarkan desainer asal Italia itu.


Penyanyi dengan gelar kehormatan Sir itu pun bersumpah tidak akan memakai produk Dolce dan Gabbana. Dia juga menyerukan boikot pada karya desainer yang baru saja meluncurkan karya di Paris Fashion Week 2015 itu.


Seruan boikot itu ditanggapi Stefano Gabbana dengan mengunggah berbagai foto pemberitaan mengenai aksi boikot terhadap dirinya dan rekannya Dolce. Dia juga mengunggah foto komentar dari para followers yang memberikan dukungan padanya.


Melalui Instagram, Gabbana kemudian membalas Elton dengan menyerukan boikot terhadap penyanyi Inggris itu. "This is respect for a different opinion? #boycotteltonjohn," tulisnya pada keterangan foto.


Dalam keterangan foto, Gabbana juga menyebut Elton sebagai sosok yang arogan karena tidak bisa menerima pendapat berbeda dari orang lain. "Kita hidup di negara yang demokratis dan menghargai pendapat orang lain," kata desainer 52 tahun itu.


Sebelum mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai anak adopsi, Dolce dan Gabbana memang baru saja meluncurkan karya terbaru mereka yang mengangkat nilai keluarga. Dua desainer yang pernah menjadi sepasang kekasih tersebut mengajak para ibu dan anaknya untuk tampil memeragakan koleksi teranyar di Paris Fashion Week.


(eny/fer)


Read More..

Yang Penting Diketahui Saat Menghilangkan Rambut Miss V dengan Pisau Cukur

Dok. Thinkstock Jakarta - Sebagian wanita kurang menyukai keberadaan rambut Miss V karena dianggap bisa mengganggu 'penampilan' saat bercinta dengan pasangan, atau ketika mereka ingin berbikini. Metode penghilangan rambut pun dilakukan, mulai dari mencukurnya (shaving), waxing hingga laser yang hasilnya bisa permanen.

Setiap metode penghilangan bulu memiliki kelebihan tersendiri, namun ada pula yang bisa berbahaya bagi kesehatan area genital. Salah dalam penerapannya, bukan menjadi bersih dari rambut kemaluan, Miss V justru bisa terkena iritasi bahkan infeksi.


Berdasarkan studi terbaru, menghilangkan rambut dengan cara dicukur atau shaving adalah metode paling berisiko. Keluhan yang muncul terkait dengan penghilangan rambut Miss V banyak terjadi pada wanita yang menggunakan pisau cukur. Meskipun merupakan cara penghilangan rambut yang paling mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah, shaving juga paling berisiko menyebabkan luka, iritasi hingga penyebaran bakteri.


Jika Anda tetap ingin mencukur rambut Miss V dengan pertimbangan karena lebih ekonomis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Andrea Young, pemilik Beam Laser Spa yang berbasis di Manhattan memberikan penjelasannya, seperti dikutip dari Glamour.


Ia menyarankan untuk menggunakan pisau cukur baru setiap kali akan shaving rambut Miss V. Memakai pisau cukur bekas pakai, meskipun itu milik Anda sendiri tetap berisiko menyebarkan bakteri penyebab iritasi.


"Menggunakan pisau cukur bekas pakai bisa meningkatkan risiko kulit Miss V lecet karena pisau cukurnya sudah kurang tajam, juga menyebabkan infeksi kulit," tutur Andrea.


Pisau cukur lama, terutama yang disimpan di kamar mandi umumnya menjadi lembab sehingga menjadi tempat bakteri untuk bersarang. Jika tetap digunakan, bukan tidak mungkin area Miss V Anda juga akan terpapar bakteri meskipun dari luar terlihat bersih dan tidak berkarat.


Jika ingin hemat dan tidak ingin selalu mengganti alat cukur berkali-kali, belilah alat cukur yang pisau atau siletnya bisa di-refill. Jadi Anda hanya perlu membeli lempengan pisau/silet, sementara gagang atau pegangannya bisa digunakan berkali-kali.


Jangan lupa oleskan shaving cream atau lotion saat mencukur untuk mengurangi risiko terjadinya luka lecet akibat pencukuran. Kemudian bilas Miss V dan keringkan menggunakan handuk atau kain halus.


(hst/fer)


Read More..

Tuesday, March 17, 2015

SRT Satin Vapor adds swagger to Charger, Challenger, 300

SRT Satin Vapor adds swagger to Charger, Challenger, 300


 SRT gets more swagger with the Satin Vapor editions.



Chrysler is looking to add more swagger to its Street and Racing Technology lineup, according to SRT CEO Ralph Giles. The new brand-exclusive finishes will be available on the new 300 SRT, Challenger SRT and the Charger SRT.


Let's just say that the folks over at SRT are getting wild with satin paint as of late, and we like it. Even the latest SRT Viper is wrapped in a satin finish.


The 300 SRT will get all sorts of satin adornments including badges, a spoiler, and mirrors. Additional colors of silver, granite and white will also be available.


As for the interior, the seats will be wrapped in napa leather with suede inserts, while other black and carbon inserts are featured in places such as door panels and the instrument cluster. The extra package will add a cool $2,300 to the grand total of the 300 SRT.



The Challenger SRT gets the same treatment with satin badges and mirrors, with the addition of a satin black fuel door. This SRT will be available in red, white, orange and graphite. The interior comes with napa leather seats with suede inserts and the same interior add-ons as the 300 SRT. For the upgraded Challenger, the Satin Vapor package will tack on and additional $1,700.


Finally, the Charger SRT will get a satin black roof, hood, mirrors and spoiler. Super Bee graphics will adorn the rear-quarter panel. Additional exterior colors will be white, silver, red and graphite. The Satin upgrades to the Charger will run $2,300.


All three of the Satin Vapor edition SRTs will be equipped with the 6.4-liter HEMI V8 that pushes out an impressive 470 hp, 470 lb-ft of torque, and red Brembo brake calipers.


In addition to the engine, the trio will receive a set of SRT 20-inch-by-9-inch forged aluminum double-five-spoke wheels.


These Satin models will be available during the second quarter of the year.


Autoweek Logo


Brad Wiley See more by this author»

This guy is making Chrysler's interiors cool again: When the Germans left, Klaus Busse stayed in America.

This guy is making Chrysler's interiors cool again: When the Germans left, Klaus Busse stayed in America.


 Interior design chief Klaus Busse came to Chrysler from Daimler. But when the Germans pulled out, he stayed behind.



In any roomful of Detroit auto executives, the man most responsible for the dramatic interior improvements of Chrysler Group's vehicles stands out dramatically.


Klaus Busse is tall and lanky with giant hands and an outsized smile. His standard attire is a light-gray windbreaker worn over a faded T-shirt and jeans. The 43-year-old's spiky hair and soul patch--the small square of brown whiskers between his lower lip and pointed chin--are as distinctive to his outsized persona as is his still-strong German accent.


But the attribute that makes Chrysler's head of interior design really stand out is that he chose to stay in Detroit for a trip through bankruptcy hell so he could help with the automaker's resurrection.


A designer and top manager for former Chrysler owner Daimler AG, Busse volunteered to come to Chrysler in 2005 with his wife, Anja, and young sons, Paul and Oskar, for a two-year stint under an executive exchange program.


When his countrymen washed their hands of Daimler's Chrysler experiment in 2007 and sold it to Cerberus Capital Management, Busse chose to stay in Detroit.


"It wasn't Chrysler that gave up on Mercedes," says Busse, who started his career in Stuttgart with a pair of Daimler internships. "It was Mercedes that gave up on Chrysler."


Busse became a proud ex-pat, happier with the outsized contribution he makes here than with the promise of career security in Germany.


"If I had gone back to Mercedes, I could have probably contributed to Mercedes picking up another 2 percent improvement in their interiors, or something like that," Busse says. "But I felt like I just had put in three years of my life here at Chrysler, and worked on all this new product and I wanted to see it come to market. I wanted to be part of this underdog turnaround."


Busse says his interior design team's close-up view of Chrysler's near-death in 2009 and subsequent revival now inspires them to push every design envelope, taking no component for granted.


"It creates a work environment where you just hunker down," Busse explained after showing off the luxurious leather interior of the 2013 SRT Viper. "It creates this special team spirit because everyone wants you to fail, and you're clearly marked as the underdog--maybe worse than the underdog--and you think: 'You know what? We're going to show you.'"



Chrysler has ticked off 31 consecutive months of year-over-year sales gains with a lineup that looks little changed from early 2009, at least on paper. For Chrysler and its dealers, the biggest differences between its lineups in 2009 and today come down to two upgrades: improved quality and vastly improved interiors.


The company's initial warranty claims have dropped by 60 percent since 2007. And Truecar.com analyst Jesse Toprak says upgraded Chrysler Group interiors are driving higher sales.


"If you look at Chrysler's interiors prior to their latest models, they lagged virtually every automaker, including the other domestics," Toprak says. But improved designs and upgraded materials "have not only brought more domestic conquests but also some import buyers that used to never give Chrysler a chance."


Chrysler's improved quality has many parents: a better trained work force, better supplier relations and a sound financial footing. But the company's single-minded focus to improve the cabins of its vehicles came primarily from design chief Ralph Gilles and Busse, his chief interior lieutenant, when the two men were working on what would become the highly regarded re-engineer of the 2009 Dodge Ram.


"Ralph wanted to change interiors, and he wanted to change it on the pickup truck," Busse says. Chrysler had just been stung by a Wall Street Journal review of the 2008 Chrysler Sebring that called the car "a veritable chalice of wretchedness ... all cast in plastic worthy of a Chinese water pistol."


Top executives, including former Chrysler CEO Tom LaSorda, endorsed Gilles' radical plan to have a design team that specialized solely on interiors. Most automakers have multiple design teams, many of which view exteriors as the ultimate creative expression and interiors as leftover work.


Gilles turned to the lanky German--whom he called "one of the best designers in the world"--to lead the effort, even as the old Chrysler grew sicker every day in 2008 and early 2009. Busse kept the interiors job even as Cerberus took Chrysler into bankruptcy in April 2009 and new owner Fiat S.p.A. came onto the scene two months later in June.

dodge-ram-truck-dash.jpg Chrysler's push to dramatically improve its interiors started with the redesigned 2009 Dodge Ram pickup.


Interior art


Busse and his hand-picked team started with the Ram 1500 and moved on to the Jeep Grand Cherokee and Dodge Durango, focusing first on what drivers touch the most.


"We had to beef up the steering wheel to make it bigger and wrap it in fine leather. It's the one piece that you hold all the time, so that's where we spend our money," Busse says, his long fingers wrapping around an imaginary circle in front of his chest. "The instrument cluster's very important to us, too, because that's where we show that we're an American brand. And the materials have really been upgraded--the really fine leathers, the open-grained wood."



The plastic is still there, Busse says. The difference is that now Chrysler's designers pour effort into every component, even a small black mat in the Viper's center stack.


"Plastic is plastic, and it's the same price if I put in a design or I just make it flat. And you'll see with the cars that are about to come out, you'll see the attention to detail even in the plastic," Busse says.


The Viper's mat contains a molded image of the Laguna Seca racetrack, a Mecca for Viper owners, which cost Chrysler the same as if the mat was plain.


"One thing is just a flat black piece of plastic; one is a work of art," Busse says. "That's the interiors team that I'm happy to be the face of, the team that comes up with ideas and says, 'You know, we can do better.'"

viper-design-detail.jpg Look closely: That's the Laguna Seca track molded into the SRT Viper's storage bin mat.


Attitude check


The attitude that allows designers to mold a famous raceway into a storage bin or to hide a tiny military vehicle in the tint strip of a Jeep's windshield comes from the freedom of past failures, Busse explains.


His interiors team "has the confidence to go after things that we wouldn't have done before," he says. Their 80-hour workweeks in 2009 and 2010 for Chrysler Group's freshening of 16 models "was all about materials, and now we're able to start having more fun with these designs."



The hardest thing now is maintaining the culture that sprouted as Daimler and Cerberus and even bankruptcy gave way to current corporate parent Fiat S.p.A.


"A lot of my energy, and Ralph's, too, goes into making sure that the culture that we created in those dark days, that we don't lose that," Busse says. "The worst thing that could happen is a person gets cocky and arrogant. It's our job and my job to make sure no one forgets what we've gone through, and stay humble."


Autoweek Logo


By Larry P. Vellequette, Automotive News

Chrysler restarts Dodge Viper SRT production after two month hiatus

Chrysler restarts Dodge Viper SRT production after two month hiatus


 Chrysler had a 14-month supply of Vipers at the start of March 2014, which lead to the idling of the plant. Photo by SRT



Chrysler has restarted Dodge Viper SRT production after a two-month hiatus caused by an accumulation of unsold examples. Production was halted earlier this year on April 14 at the Conner Avenue Assembly Plant in Detroit, with at least 91 hourly workers being laid off as dealerships attempted to bring inventory down from a collective 756 available nationwide as of March 1, 2014.


The 756 cars that sat unsold at the beginning of March represented a 412 day supply -- enough Vipers for 14 months -- and the pace of sales during the months of January and February averaged fewer than two cars per day.


The slow sales pace has been blamed on an long winter by some, but it's worth noting that the new Chevrolet Corvette recorded 2,261 sales in January 2014 and 2,438 sales the following month. The Dodge Viper, of course, is a much more niche vehicle despite the frequent comparisons between the two, so the pace of production and the availability of inventory could not have allowed the Viper to outpace the Corvette in sales for those two months, to be fair.



The restart of production will be a welcome sign for the Viper, whose production had already been sliced by a third in October 2013 for the same reasons as during this latest hiatus. Before October 2013, Chrysler had been building an average of nine Vipers per day, but production was expected to come down to an average of six examples per day after those cuts.

Autoweek LogoJay Ramey

Jay Ramey - Jay Ramey is an Associate Editor with Autoweek, and has been with the magazine since 2013. Jay also likes to kayak and bike. See more by this author»

2014 Subaru XV Crosstrek Hybrid drive review

What is it?


When Subaru lifted and snazzed up the Impreza five-door hatch to create the XV Crosstrek crossover for the 2013 model year, it must have seemed like just the right offroady-yet-earth-loving machine to receive the hybrid-electric treatment. For 2014, here comes the XV Crosstrek Hybrid, with a spare-tire well stuffed full of electrons, an electric motor built into its transmission, and claimed fuel economy that cracks the 30 mpg barrier.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid.jpg

The hybrid gets unique wheels and lights, but otherwise looks much the same as the regular XV Crosstrek. Photo by Murilee Martin


Externally, the XV Crosstrek Hybrid looks very similar to the straight-gasoline version; the wheels on the Hybrid are designed to reduce aerodynamic drag, the grille gets engine-temperature-controlled shutters for the same reason, the taillights get different LEDs, and so forth. An exclusive-to-the-Hybrid color known as "Plasma Green Pearl" will be available, and we hope that this paint's name is an homage to legendary EV-drag-racer Plasma Boy.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid-information-screen.jpg

A dash-mounted LCD display keeps the driver up-to-date on the inner workings of the hybrid system and battery. Photo by Murilee Martin


What's it like to drive?


The 2.0 liter four-cylinder boxer engine gets a slight compression-ratio boost over last year's engine and puts out 148 hp and 145 lb-ft of torque on its own; the electric motor built into the Subaru Lineartronic CVT transmission adds 13.4 horses and 48 lb-ft to the total. It doesn't feel particularly quick off the line, but the added low-RPM assist of the electric motor helps a lot when it's most needed -- say, when you're hauling your mountain bikes up a steep fire road to your favorite Gold Country trailhead.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid-in-Iceland.jpg

However, the November weather in Iceland, where our test drive took place, wasn't exactly what we'd been told to expect. Instead of doing the sort of driving your idealized XV Crosstrek Hybrid owner -- e.g., a 30-something office manager from suburban Denver who might crunch through a foot of snow on the way to the ski slopes -- might do, we ended up beating on our little Subaru like grizzled Wyoming-gas-field roughnecks in a primered-out IHC Scout. Thick snow, steep lava slopes, 75-mph gusts of volcanic-ash-laden wind howling straight off the North Atlantic, and huge ruts carved by preceding Land Cruisers with 38-inch tires resulted in a march-or-die situation when the whiteout descended in true Skaftáreldar fashion, many kilometers into the Icelandic outback. At that point, it was hour after hour of full-throttle, hybrid-battery-depleting, CVT-thrashing, snowbank-bashing, bump-stop-banging torture as we crashed through 2-foot snowdrifts (with just 8.7 inches of ground clearance, which is plenty by CUV standards) and forded icy streams with torrents of bow-wave water cascading over the hood.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid.jpg

The XV Crosstrek Hybrid looks good with the rear side glass blacked out from volcanic ash. Photo by Murilee Martin


The performance of the XV Crosstrek Hybrid was shockingly good throughout all of this, considering what we were asking of what's essentially a mildly off-road-ized commuter hatchback. With daylight fading fast and the wind getting worse, we had no choice but to push on. Ignoring the increasingly agitated warning messages about the ABS and traction-control systems from the multifunction display, we cranked up the appropriate Scandinavian black metal on the respectably loud sound system, dropped the CVT range into 1, and slithered up the next volcano. The hybrid system's batteries didn't last long under these conditions, but the gasoline engine alone was enough.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid-in-Iceland.jpg

Sometimes even the XV needs a little help from a Land Rover. Photo by Murilee Martin


Yes, we got stuck a few times, when the ruts got too deep and the XV couldn't help but get hopelessly high-centered. Then the Land Rover got stuck. Then the tractor snowplow got stuck, at which point we felt like doomed characters in a Halldór Laxness novel. In the end, we made it, with the only car out of a dozen to falter being the one that lost a crank-position sensor due to a particularly brutal impact with a hidden lava-rock crevice. The lesson we learned from all this is that the XV Crosstrek Hybrid will laugh at the bad-road-conditions challenges put before it by 99 and many more nines percent of real-world American Subaru owners.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid.jpg

The Crosstrek Hybrid contemplates a rare patch of paved road in middle-of-nowhere Iceland. Photo by Murilee Martin


On paved roads, the XV Crosstrek Hybrid offers the same sort of competent-but-not-particularly-luxurious driving experience familiar to a generation of Subaru all-wheel-drive-commuter-car aficionados. The Hybrid gets more soundproofing than the regular XV, which we assume quiets down any hybrid drivetrain sounds.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid-interior.jpg

Right out of the standard Subaru interior playbook. Photo by Murilee Martin


Do I want one?


Are you a Subaru fan who wants more green cred? The XV Crosstrek Hybrid might just be what you've been waiting for. You do have to deal with a couple of drawbacks that go with the Hybrid when compared with the standard XV; first, the hybrid system's batteries take the space once reserved for the spare wheel, which means you get a "tire repair kit" (essentially, a can of fix-a-flat) instead of a spare. Second, the higher engine compression ratio mandates the use of midgrade fuel. Hybrid-system-related hardware adds about 300 pounds, but the extra engine power keeps 0-60 times nearly identical to those of the nonhybrid XV Crosstrek.

The upholstery should be easy to clean when your Bernese mountain dog tracks in a few cubic feet of mud, and its general function-over-form layout is well-suited for what the marketing types call an "active lifestyle." Plus, unlike some other so-called "soft roaders," this little Subaru has proven it's got real off-road credibility.

2014-Subaru-XV-Crosstrek-Hybrid-badges.jpg

We think Subaru badges look best when covered with ice and volcanic ash. Photo by Murilee Martin


Base Price: $25,995


On Sale: Early 2014


Drivetrain: 2.0-liter H4, AWD, continuously variable transmission


Output: 148 hp @ 6,000 rpm, 145 lb-ft @ 4,200 rpm

Curb Weight: 3,451 lb


0-60 mph: 10.0 sec (est)


Fuel Economy (EPA City/Hwy/Combined): 29/33/31 mpg


Read More...

Bene! Meet the SRT Viper GTS Sons of Italy edition

Bene! Meet the SRT Viper GTS Sons of Italy edition


 The Sons of Italy SRT Viper GTS will be auctioned for charity.




It seems automakers will badge-engineer anything to create special editions that do little for the benefit of the brand or for society. That's not the case for this uniquely swathed SRT Viper GTS whose color and its reason for being are truly noteworthy.


This bellissima beast was created to benefit the Sons of Italy Foundation, a cause near the heart of parent company Fiat. The car features an extraordinarily rich white coat of paint, dubbed Avorio Perla, as well as other one-off touches. This show car will take a prominent position on the Concept Car Lawn at the Pebble Beach Concours Aug. 18 before it goes up for sale. All proceeds will go to the group.


Viper-GTS-Sons-of-Italy-Pebble-Beach.jpg


 The Sons of Italy Viper gets a pearlescent coat of white paint.



Leave it to a designer to opt for a white finish, a color that best accentuates sexy lines. “What's cool about this white is that it has a lot of 'travel' in the color,” said Mark Trostle, head of SRT Design. “With it having some of this metallic pearl in it, it really shows off the shapes very well. It catches a lot of light, especially on the hood. In the sunlight, it's beautiful how it lights up. That's one of the big pieces that make the car unique.” Behind the GTS badge near the front wheels is a small tribute to the Italian colors.


Viper-GTS-wheels-Pebble-Beach.jpg


 Black Vapor Chrome wheels accentuate the Viper GTS Sons of Italy edition.




The black vapor chrome wheels, exclusive to SRT, are available as an option on the Charger, Challenger, 300 and Grand Cherokee -- and are not offered on any Viper, except for this one. “The wheels look fantastic in this finish,” Trostle said.


“It's a really rich, premium exterior with a pearl white and the black vapor wheels and that leads to a great color combination. We were looking for what colors would really make the car special, and this tri-coat white paired with the black vapor chrome wheels really resonated with us.”


Viper-GTS-Sons-of-Italy-edition.jpg


 Inside the Viper GTS Sons of Italy edition at Pebble Beach.



Inside is a bespoke suite fit for a collectible. A Laguna leather package is done up in warm hues, while a 1-inch stripe in the colors of the Italian flag runs down the center.


A red “Stryker” logo sits on the steering wheel while the gauges get red bezel accents. The GTS badge that traditionally lives above the passenger-side glove box also features Italian flair -- the tri-color flag represented with the “G” in green, the “T” in white and the “S” in red.



Trostle suggests the color combination -- inside and out -- is subtle in its own way. To us, when you use the word “subtle” when speaking about a Viper GTS, it's akin to using the term “velvet sledgehammer.”


For more details about the car to benefit the Sons of Italy Foundation, visit www.osia.org.

Autoweek LogoDutch Mandel

Dutch Mandel - Dutch Mandel, Autoweek’s editorial director and associate publisher, has been with the company for 29 years. A second-generation car journo, he grew up with exotic cars in the garage. Among his many feats is a chef for a racing team and automotive consultant on the Pixar movie CARS and CARS 2. See more by this author»

NHTSA proposes rules for automakers to add sound to hybrids, EVs: Vehicle sounds said to improve pedestrian safety

NHTSA proposes rules for automakers to add sound to hybrids, EVs: Vehicle sounds said to improve pedestrian safety


 To meet the requirements, automakers would need to add speakers that are audible from the street.


Adding speakers

Automakers would need to make hybrids and electric vehicles emit sound under rules that the National Highway Traffic Safety Administration proposed on Monday


The rules, ordered by Congress three years ago, are meant to protect pedestrians and bicyclists from vehicles that make little sound when using electric power. NHTSA says that designing the vehicles to make noise at speeds below 18 mph would prevent about 2,800 injuries over the life of each model year of vehicles.


Adding the needed speaker system would increase the cost of manufacturing a car or light truck by about $30, the agency estimates. NHTSA estimates it would cost the whole industry $23 million in 2016, once the rules are in effect.



"Our proposal would allow manufacturers the flexibility to design different sounds for different makes and models while still providing an opportunity for pedestrians, bicyclists and the visually impaired to detect and recognize a vehicle," NHTSA Administrator David Strickland said in a statement.


Before finalizing the rules, NHTSA must publish them in the Federal Register and address any problems that are brought up during a subsequent 60-day public comment period.


The rules would apply to passenger cars and light trucks, as well as motorcycles, heavy-duty trucks and buses.

Compelling argument

To meet the requirements, automakers would need to add speakers that are audible from the street, but still protected from the elements. These speakers would need a digital processor so they would play the chosen sound -- often a humming noise similar to that of a gasoline-burning engine -- only at low speeds.


Beyond the cost of those components, the added weight would increase fuel costs by about $5 over the lifetime of a light vehicle, NHTSA says. That, combined with the $30 in components, means the total cost of a vehicle would increase by about $35.


Automakers have started adding speakers to hybrids and electric vehicles. The 2013 version of the Chevrolet Volt, the best-selling plug-in hybrid on the market, lets the driver activate a warning sound using a button on the end of the turn signal lever.



The Nissan Leaf, the best selling battery-electric vehicle, has a similar system that plays a sound at speeds of up to 18 mph. It plays automatically, but a driver can deactivate the sound by pressing a button beneath the navigation screen.


And starting with the 2012 model year, all U.S. versions of the Toyota Prius, the best-selling gasoline-electric hybrid, automatically make an electronic whirring sound. The sound plays at speeds below 15 mph.


Toyota does not let drivers disable the sound on its hybrids, as advocates for the blind and the elderly have insisted is necessary.


Regulators said on Monday that they find that argument compelling. During a visit to the headquarters of the National Federation of the Blind, NHTSA officials tried to cross city streets while blindfolded. They "found the sound of idling vehicles necessary for determining whether there was a vehicle present at the intersection and whether it was safe to cross," the proposal says.


Under the proposal, drivers would not be able to deactivate a warning sound while a vehicle is in motion, which NHTSA says "would compromise pedestrian safety."


But the proposal says regulators have not yet decided whether vehicles should be required to make noise while idling. Though some drivers have chafed at hearing noise instead of near-silence, automakers have largely recognized the risk quiet cars can present to pedestrians.



Yet the rules will require some automakers to add more equipment, and others to change how they design their warning systems.


Gloria Bergquist, a spokeswoman for the Alliance of Automobile Manufacturers, said the group had no immediate comment because it is still reviewing the proposal.


She wrote in an e-mail on Monday: "We have been working closely with the blind community and NHTSA on this issue for several years and are continuing to do so to achieve a balanced and effective rule."


Autoweek Logo


By Gabe Nelson, Automotive News

Subaru XV Crosstrek hybrid to debut at New York auto show

Subaru XV Crosstrek hybrid to debut at New York auto show


 Subaru says the hybrid version of the XV Crosstrek goes on sale this fall.



Subaru will unveil a hybrid version of its XV Crosstrek small crossover at the New York auto show next week.


The car will be Subaru's first gasoline-electric vehicle and employ technology based on Toyota Motor Corp.'s hybrid system.


Subaru did not say when the car hits showrooms but the company has promised first deliveries sometime this year.


Also making a world debut in New York will be a concept version of a new performance model, Subaru says.



Fuji Heavy Industries, Ltd., the parent company of the Subaru brand, declined to provide other details. But it released a photo of the hybrid XV Crosstrek in bright lime green.


Facing tougher emissions regulations, Subaru is rolling out hybrid technology to lift fuel economy in a fleet traditionally heavy on SUVs, crossovers and all-wheel-drive vehicles.


Subaru hasn't disclosed details of its hybrid system. But its hybrid concept cars over the years have sported an all-wheel-drive layout mated to the electrified drivetrain.


Subaru has even already created a commercial for the XV Crosstrek hybrid. Here it is:

About the New York auto show


The 2013 New York auto show runs March 29-April 7 and is expected to attract a range of production and concept cars such as the new Toyota Highlander, Jeep Cherokee and the United States debut of the Corvette Stingray Convertible. Check out Autoweek's complete coverage at autoweek.com/new-york-auto-show.


Autoweek Logo


By Hans Greimel, Automotive News

2015 Prius said to have even better fuel economy

2015 Prius said to have even better fuel economy


 Toyota says the 2015 Prius will have even better fuel economy, boosting the current 50 mpg to 55 mpg. Photo by Toyota



The next Toyota Prius will get “significantly better fuel economy in a more compact package that is lighter weight and lower cost,” according to Satoshi Ogiso, the Prius program's chief engineer. Ogiso, who is also Toyota Motor Corp.'s managing officer, said the next-gen Prius' performance will reflect “significant advances” in battery, electric-motor and gas-engine technologies. He said Toyota is looking at improving miles per gallon to 55, compared with today's 50 mpg and that the next-generation Prius electric motors will be smaller and more powerful; in addition, its gasoline engine will be among the world's most efficient. Expect a new Prius in the U.S. in spring 2015.


Autoweek Logo


By Autoweek editors

2013 SRT Viper price and option breakdown

2013 SRT Viper price and option breakdown


 A 2013 SRT Viper Launch Edition in pre-production trim on track.


Paint Colors

While the 2013 SRT Viper has a base sticker price less than $100,000, that's just the starting point.


So here is a breakdown of the SRT Viper options and pricing. We've got paint, wheels, audio, interior, track, grand-touring and the limited number Launch Edition packages for you to consider.


A word of warning: None of this is cheap.





A base 2013 SRT Viper will cost $99,390, which does not include the “to be determined” gas-guzzler tax.


For those looking to get the SRT Viper GTS, you'll throw down $122,390, also sans gas-guzzler tax.


Both include the $1,995 destination fee.


Finally, there is the Launch Edition package.


This all-encompassing package touches both inside and outside of the new Viper.


Buyers will get the exclusive combination of bright-white stripes on the GTS blue paint job.


The interior has the Laguna Interior package, as well as the 18-speaker Harman/Kardon audio system and polished five-spoke Rattler wheels.


Buyers also get a matching white-on-blue dust cover, which features the car's build number, as well as individually numbered plaque on the passenger side of the instrument panel.



The premium for owning one of the 150 limited Launch Edition GTS Vipers? An additional $15,500 on the sticker, putting a GTS Viper with the Launch Edition package at $137,890.


Customer orders will start in mid-November through Viper-certified dealerships, with the first deliveries scheduled for December. Interested buyers should contact their local dealer to determine if it is an authorized SRT Viper dealer.

Racing Stripes

Each SRT Viper gets manually prepped and painted, including sanding and polishing.


There are six colors available—some old and some new. Three do not cost extra: Adrenaline red, Venom black and Bright white.





For an additional $1,000, you can choose Gunmetal pearl, Race yellow and Shadow-blue pearl. GTS models have additional choices with Stryker red Tinted pearl and GTS blue—prices for those hues have yet to be announced.

Wheel options

But what is an SRT Viper without racing stripes? For starters, it's $4,500 cheaper without them. But for those craving the heritage look of the previous Vipers, stripes are still available.


You can order the lines in Billet silver, Black venom or Gunmetal for $4,500.



SRT Viper GTS models get the same color options for $5,000. Bright-white stripes will only be available with the exclusive Launch Edition package—more on that later.

Audio Equipment

There are eight wheel choices in three different finishes for buyers to select.


Standard equipment includes the five-spoke Rattler wheel in a polished finish, a $500 option for GTS buyers.


Covering it in Hyper black or Matte black will add $1,100 for both standard and GTS cars.


Next up is the six-spoke Venom wheel, which is not available for the standard SRT Viper. The polished wheel is standard for the Viper GTS. Hyper black or Matte black will add $1,100.



The multi-spoke Sidewinder II wheel, only available with the purchase of the Track package, comes in two choices—Hyper black, which is included, or Matte black, for an additional $500.

Sabelt Sport Seats


A nine-speaker sound system comes in each SRT Viper, but for those looking to upgrade, 12- or 18-speaker Harman/Kardon systems are available.


The jump from nine to 12 speakers will cost $1,995 for the base Viper (the 12-speaker setup is standard on the GTS Viper. The 18-speaker setup adds $2,995 to the base Viper and $1,000 to the GTS.

GTS Laguna Interior Package

For all SRT Viper buyers, Sabelt sport seats are standard equipment, coming wrapped in black ballistic nylon.


For $3,000, buyers of the base Viper can get napa leather with Alcantara inserts, which can be had in black, red (not available with yellow exterior) or caramel. This is standard on the GTS.



The GTS Laguna interior package—exclusive for the GTS—matches the interior completely. A price for this package hasn't been announced.

Track Package

This trim gives the interior more leather, either in black or Sepia, as well as embossments in the door bolsters, seats and storage bag and an Alcantara headliner. This is not available for the base SRT Viper and is a $7,500 option for the GTS.

Grand Touring Package

If you plan on hitting the track with your new SRT Viper, the Track package is for you.


For $3,500, buyers will get slotted two-piece lightweight rotors from StopTech, lightweight Sidewinder II wheels in Hyper black—Matte black for an additional $500—and Pirelli P Zero Corsa tires.



When it's all said and done, the Track package will cut 57 pounds from the car's curb weight.

SRT Viper GTS Launch Edition Package

For those looking to add more technology to their SRT Viper, the $2,500 Grand Touring package adds a navigation unit, one-step voice-destination entry, Bluetooth, satellite and HD radio. You'll also get live traffic updates, streaming Internet radio and downloadable applications. There is also a backup camera, premium floor mats and a cupholder. This is standard equipment on the Viper GTS.


Autoweek Logo


By David Arnouts